Lindsay Lohan Takut Dibunuh Penguntitnya
wolipop
Kamis, 19 Mei 2011 09:49 WIB
Jakarta
-
Aktris Lindsay Lohan merasa telah dikuntit seorang pria yang terobsesi kepadanya selama 4 tahun terakhir. Bintang 'Freaky Friday' itu takut kalau pria tersebut akan membunuhnya.
Seperti dikutip dari detikhot, Lohan mengaku memiliki pesan singkat dan rekaman yang membuktikan kalau dirinya telah dikuntit. Ia pun berencana melaporkan hal tersebut ke polisi.
Lewat akun Twitter pribadinya, aktris berusia 24 tahun itu juga mengungkapkan ketakutannya. Lohan juga mem-posting foto si penguntit di Twitter.
"Ini adalah penguntit freemason yang mengancam akan membunuh saya--sementara dia masuk tanpa izin! Saya benar-benar takut sekarang," tulis Lohan.
"Kepada semua fans, pendukung, tolong di samping saya. Tuhan memberkati," tambahnya.
Lohan percaya kalau si penguntit telah 'mengintainya' selama 4 tahun. Sang penguntit sering meninggalkan hadiah aneh untuk Lohan di rumahnya. Ia juga menerima pesan singkat yang 'gila' selama beberapa tahun terakhir.
Aktris yang baru saja keluar dari rehabilitasi alkohol dan obat-obatan itu tidak mengetahui identitas pria yang menguntitnya. Namun ia berharap agar polisi segera menangkap pria tersebut.
(ich/hst)
Seperti dikutip dari detikhot, Lohan mengaku memiliki pesan singkat dan rekaman yang membuktikan kalau dirinya telah dikuntit. Ia pun berencana melaporkan hal tersebut ke polisi.
Lewat akun Twitter pribadinya, aktris berusia 24 tahun itu juga mengungkapkan ketakutannya. Lohan juga mem-posting foto si penguntit di Twitter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepada semua fans, pendukung, tolong di samping saya. Tuhan memberkati," tambahnya.
Lohan percaya kalau si penguntit telah 'mengintainya' selama 4 tahun. Sang penguntit sering meninggalkan hadiah aneh untuk Lohan di rumahnya. Ia juga menerima pesan singkat yang 'gila' selama beberapa tahun terakhir.
Aktris yang baru saja keluar dari rehabilitasi alkohol dan obat-obatan itu tidak mengetahui identitas pria yang menguntitnya. Namun ia berharap agar polisi segera menangkap pria tersebut.
(ich/hst)











































