Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Hati-Hati Konsumsi Hidangan Khas Lebaran Agar Gigi Tetap Sehat

Advertorial - wolipop
Jumat, 24 Jul 2015 00:00 WIB
...
Foto: adv
Jakarta - Idul Fitri memang sudah usai, namun kemeriahannya masih dilanjutkan dengan acara Halal Bin Halal yang selalu diwarnai dengan acara kumpul kerabat, saling mengunjungi untuk silaturahmi dan yang tidak ketinggalan adalah adanya sederet hidangan khas yang hanya bisa ditemui di hari besar ini. Sebut saja, opor ayam, gulai daging, ketupat, kue-kue kering, dodol hingga minuman manis. Semuanya begitu menggugah selera.

Tapi Anda tetap harus berhati-hati. Mengkonsumsi hidangan-hidangan nikmat tersebut bisa jadi sumber petaka jika Anda tidak mengimbanginya dengan rutinitas membersihkan gigi dan mulut yang baik. Makanan-makanan manis seperti kue-kue kering, dodol yang bersifat liat atau minuman manis dapat dengan mudah meninggalkan sisa di dalam mulut, terutama di sela-sela gigi sehingga berpotensi menimbulkan plak.

Selain itu, ketika hari raya, frekuensi mengkonsumsi makanan manis umumnya menjadi lebih meningkat. Anda tentunya akan mengunjungi rumah banyak kerabat dan saudara dalam satu hari. Tentunya tidak sopan apabila tidak mencicipi hidangan yang sudah repot-repot disuguhkan. Dengan begitu, semakin banyak sisa-sisa makanan yang menumpuk.

"Konsumsi makanan manis dapat meningkatkan asupan gula dalam rongga mulut. Akibatnya buruk karena mempercepat timbulnya plak gigi jika berinteraksi dengan bakteri yang banyak terdapat dalam rongga mulut seperti Streptococcus mutans. Plak akan melarutkan lapisan email pada gigi sehingga lapisan itu menipis. Plak yang menumpuk kemudian membentuk karies gigi, merusak lapisan email hingga berpotensi menyebabkan gigi berlubang," ujar Drg. Mita Juliawati, MARS.

Apabila tidak dibersihkan dengan menyeluruh, sisa-sisa makanan akan membusuk dan mengundang mikroorganisme jahat untuk berkembang membentuk plak. Kesannya memang sepele, tetapi plak merupakan penyebab dari berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut. Apalagi makanan manis. Jika tercerna di dalam mulut, gula akan berubah menjadi glukosa yang menjadi sumber energi bagi mikroorganisme jahat penyebab plak.

Jika didiamkan, bakteri akan menginfeksi bagian dalam gigi dan menyerang syaraf sehingga gigi terasa cenut-cenut. Tidak mengherankan jika karena makanan manis, gigi dapat membusuk dan tanggal. Gigi yang membusuk juga menjadi penyebab bau mulut.

Perlu disadari bahwa gigi dan mulut adalah bagian tubuh yang vital sehingga harus dijaga kebersihan dan kesehatannya. Ini guna mencegah dampak buruk yang dapat timbul dalam jangka panjang. Cara mudahnya adalah dengan sikat gigi secara teratur di pagi hari dan sebelum tidur.

"Kemudian sempurnakanlah dengan berkumur menggunakan cairan kumur antiseptik atau mouthwash yang dapat membersihkan hingga ke sela-sela gigi dan rongga mulut. Pilih yang aman untuk kesehatan rongga mulut, misalnya yang mengandung zat-zat alami, seperti mengandung essential oils seperti thymol, menthol, eucalyptol dan methyl salicylate yang membantu melawan kuman-kuman. Ataupun pilih yang juga mengandung senyawa teh hijau dan fluoride yang secara alami dapat membantu memelihara kesehatan rongga mulut," lanjut Drg. Mita Juliawati, MARS.

LISTERINE merupakan salah satu mouthwash yang dapat menjadi pilihan Anda karena mengandung antiseptik alami yang terdiri atas 4 essential oil, seperti thymol, menthol, eucalyptol dan methyl salicylate. Keempat kandungan tersebut terbukti ampuh menembus lapisan biofilm plak, membunuh 99.9% kuman penyebab bau mulut, plak dan gigi berlubang. Anda dapat memilih berbagai varian rasa yang menyegarkan seperti LISTERINE Cool Mint, LISTERINE Natural Green Tea, dan varian terbaru, LISTERINE Multi Protect.

Jika Anda ingin mencoba produk LISTERINE secara gratis, silakan klik disini.

Tentang Dokter :

Drg. Mita Juliawati, MARS

Praktisi kesehatan gigi yang mendalami ilmu kesehatan gigi masyarakat. Selain berkonsentrasi sebagai tenaga medis di berbagai rumah sakit, Drg. Mita juga merupakan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia. Beliau mengabdikan dirinya sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Usakti. Saat ini, beliau menjabat sebagai Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan FKG Usakti Staf Departement IKGMP (Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan/Public Health). Beliau pun aktif melakukan sejumlah penelitian dan analisa mengenai manajemen rumah sakit gigi dan mulut yang diterbitkan ke dalam jurnal atau makalah dan menjadi pembicara di berbagai seminar. (adv/adv)

...
Hide Ads