Hobi Berburu Kuliner? Pastikan Mulutmu Terlindungi!
Berburu kuliner adalah hobi yang sangat mengasyikkan dan membuat ketagihan. Siapa yang tidak suka jalan-jalan, menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga sambil mencicip makanan yang nikmat?
Hobi wisata kuliner sepertinya sudah umum juga bagi masyarakat Indonesia. Perkembangannya didukung juga dengan semakin kreatifnya pebisnis kuliner. Begitu banyak ragam kuliner unik dan menggoda yang ditawarkan. Sungguh membuat penasaran.
Ketika kepadatan pekerjaan mulai terurai, tidak jarang Anda menyempatkan diri mencoba makanan-makanan unik tersebut, berburu ke lokasi hingga rela antri berjam-jam. Misalnya saja, seperti kue cubit manis legit dengan berbagai rasa yang saat ini tengah jadi fenomena. Ada yang ber-topping green tea, red velvet hingga dikreasikan menggunakan berbagai jenis selai cokelat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika waktu makan siang tiba, sulit rasanya untuk menolak mencicipi kenikmatan setiap kuliner khas Indonesia.Terutama yang gurih berbumbu kacang seperti gado-gado, sate ayam, ketoprak hingga karedok.Sebagai penutup, akan lebih nikmat apabila Anda juga memesan es durian yang nikmat meski berbau tajam dan bercita rasa kuat.
Berburu kuliner memang menyenangkan, tetapi ternyata konsumsi makanan-makanan tersebut punya potensi membahayakan kesehatan gigi dan mulut. Terutama bagi pecinta kuliner yang tidak menyeimbangkan konsumsi makanan tersebut dengan perawatan gigi dan mulut yang tepat.
Makanan manis seperti biskuit, dodol, kue cubit dengan beragam topping, dan cokelat dapat dengan mudah menempel pada sela-sela gigi. Begitu juga dengan makanan berbumbu kacang dan keripik. Kopi dapat meninggalkan warna kekuningan pada gigi, sementara buah durian dapat meninggalkan bau tajam di rongga mulut setelah dikonsumsi. Jika Anda tidak membersihkannya dengan maksimal, sisa-sisa makanan tersebut akan memicu pertumbuhan kuman penyebab plak, karang gigi, gangguan gusi, gigi berlubang dan bau mulut.
Sayangnya, kebanyakan orang Indonesia belum melindungi kesehatan gigi dan mulutnya dengan maksimal. Penelitian terhadap 947 responden yang berdomisili di berbagai kota besar di Indonesia menunjukkan bahwa 94 % sudah melakukan perawatan sikat gigi setiap hari, namun baru 40% yang sudah menggunakan mouthwash secara rutin. Selain itu, kunjungan ke dokter gigi juga jarang dilakukan, sehingga potensi kerusakan pada gigi dan mulut lebih besar.

Nah, karena itu maksimalkan perawatan melalui penggunaan mouthwash yang tepat. Mengapa mouthwash? Secara klinis mouthwash terbukti dapat melawan kuman penyebab bau mulut hingga 99,9%, mengurangi pembentukan plak hingga 56%, menjaga kesehatan gusi dan mengurangi radang gusi hingga 36%. Tentunya, mouthwash juga dapat menjangkau area-area yang tidak bisa dibersihkan dengan hanya menyikat gigi karena berupa cairan.
Bagi Anda pecinta kuliner, gunakanlah mouthwash dengan perlindungan lengkap, seperti Listerine Multi Protect. Mouthwash inovasi terbaru ini dapat menangkal enam gejala gangguan gigi dan mulut yang sering terjadi.Misalnya saja, kuman gigi, plak, gangguan gusi, karang gigi, gigi berlubang, hingga bau mulut. Berkumurlah setelah menyikat gigi di pagi hari dan sebelum tidur. Anda dapat berwisata kuliner tanpa khawatir.
Mau coba sampel gratis 80 ml dari Listerine Multi Protect? Cek di sini.
(adv/adv)










































