×
Ad

Ternyata Ini 10 Ciri Aneh Orang Cerdas Menurut Psikolog, Kamu Punya?

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 11 Agu 2026 13:30 WIB
Halaman ke 1 dari 3
Foto: Getty Images/iStockphoto/DragonImages
Jakarta -

Kecerdasan sering kali dikaitkan dengan kemampuan akademik, nilai ujian, atau prestasi di sekolah. Padahal psikologi modern memandang kecerdasan sebagai kemampuan yang jauh lebih luas, mulai dari cara seseorang mengolah informasi, mengambil keputusan, hingga beradaptasi dengan berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari.

"Banyak orang beranggapan bahwa kecerdasan itu identik dengan nilai ujian yang sempurna atau penguasaan fakta-fakta langka, padahal kecerdasan sering kali muncul melalui cara-cara yang lebih tenang dan tidak biasa," papar Dr. Sanam Hafeez, Psy.D., seorang neuropsikolog sekaligus direktur Comprehend the Mind, mengutip AOL.

Menariknya, orang yang cerdas tidak selalu menunjukkan kemampuan tersebut secara mencolok. Sebaliknya, mereka justru memiliki kebiasaan-kebiasaan sederhana yang tanpa disadari membantu otak bekerja lebih efektif.

Kebiasaan tersebut berkaitan dengan cara mengatur waktu, mengelola emosi, hingga menjaga kesehatan fisik yang berpengaruh langsung pada fungsi kognitif. Psikolog juga menilai bahwa kecerdasan bukanlah sifat yang sepenuhnya tetap.

"Orang dengan kecerdasan tinggi berarti memiliki kemampuan dalam memahami gagasan-gagasan rumit yang sulit dipahami orang lain. Ini adalah kemampuan untuk menghubungkan berbagai hal dari bidang yang berbeda dan melihat pola yang tidak disadari orang lain," tambah Dr. Hafeez.

Mari simak ciri-ciri orang cerdas menurut psikolog:

1. Sering Berbicara dengan Diri Sendiri

Berbicara sendiri sering dianggap sebagai kebiasaan aneh atau dikaitkan dengan rasa kesepian. Menurut psikolog, kebiasaan ini justru bisa menjadi salah satu tanda seseorang memiliki kemampuan berpikir yang baik.

Dr. Sanam Hafeez menjelaskan bahwa berbicara kepada diri sendiri membantu otak memproses informasi yang rumit. "Mengungkapkan pikiran secara verbal membantu otak mengatur informasi yang kompleks dan mengendalikan diri dengan lebih efektif. Oleh karena itu, kebiasaan ini justru dapat menjadi salah satu tanda kecerdasan," ujar Dr. Hafeez.

2. Meja Kerja atau Kamar Cenderung Berantakan

Lingkungan yang berantakan sering dikaitkan dengan sifat malas atau kurang disiplin. Namun menurut psikologi, kondisi tersebut tidak selalu mencerminkan rendahnya kemampuan intelektual.

Dr. Hafeez mengatakan bahwa seseorang yang sangat fokus pada ide dan pemikiran sering kali tidak menjadikan kerapian sebagai prioritas utama.

"Lingkungan yang berantakan sering mencerminkan pikiran yang begitu sibuk dengan berbagai gagasan. Bahkan sejumlah penelitian mengaitkan meja yang berantakan dengan kemampuan berpikir kreatif," jelasnya.

3. Mudah Khawatir terhadap Banyak Hal

Orang yang sering merasa khawatir biasanya dianggap kurang percaya diri. Akan tetapi, kebiasaan ini juga dapat menunjukkan kemampuan otak dalam memprediksi berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

"Orang dengan kecerdasan tinggi mampu membayangkan berbagai skenario masa depan beserta risikonya secara sangat jelas. Kemampuan mental yang sama yang membantu memecahkan masalah juga membuat mereka mampu melihat segala kemungkinan yang bisa berjalan buruk," kata Dr. Hafeez.

4. Sering Mengkritisi Pendapat Orang Lain

Sebagian orang mungkin menganggap kebiasaan mempertanyakan atau membantah pendapat sebagai sikap keras kepala. Namun psikolog menilai hal tersebut bisa menjadi ciri orang cerdas karena memiliki kemampuan berpikir analitis.

Menurut Dr. Hafeez, orang yang cerdas cenderung menguji kekuatan dan kelemahan suatu argumen, bahkan ketika sebenarnya mereka setuju dengan pendapat tersebut. Tujuannya bukan mencari perhatian, melainkan menguji apakah sebuah gagasan benar-benar kuat?

5. Sering Lupa Hal-hal Sepele

Lupa meletakkan kunci, ponsel, atau barang kecil lainnya sering dianggap sebagai tanda pelupa. Meski dalam kondisi tertentu perlu diperiksakan ke dokter, kebiasaan ini juga bisa terjadi karena otak sedang memprioritaskan informasi yang lebih penting.

"Secara alami otak menyaring informasi yang dianggap kurang penting agar kapasitas berpikir dapat digunakan untuk memproses hal-hal yang lebih kompleks," terang Dr. Hafeez.



Simak Video "Video Data: Konsumsi AI Slop YouTube di Indonesia Ada di Top 10 Dunia"

(eny/eny)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork