Belanda resmi memiliki perdana menteri baru. Pada Senin (23/2/2026), Rob Jetten dilantik sebagai kepala pemerintahan Negeri Kincir Angin tersebut.
Raja Willem-Alexander memimpin langsung seremoni pelantikan Rob Jetten di Istana Huis ten Bosch, Den Haag.
Untuk momen pentingnya, pria bernama lengkap Rob Arnoldus Adrianus Jetten itu bergaya bak bangsawan dengan memakai morning suit yang identik dengan jas panjang.
Setelah diambil sumpahnya, pria yang baru berusia 38 tahun lantas menjadi perdana menteri termuda dalam sejarah Belanda.
Tak hanya itu, baru kali ini pula Belanda mempunyai perdana menteri yang terbuka sebagai seorang gay atau homoseksual. Orientasi seksualnya sempat mendapat sorotan dunia ketika ia ikut dalam pemilu Belanda pertengahan tahun lalu.
Dilansir dari BBC, Rob berstatus tunangan dari atlet hockey Argentina bernama Nicolás Keenan. Kabarnya, mereka akan menikah tahun depan.
Sebelum Rob Jetten, ada Gabriel Attal yang juga menyandang perdana menteri termuda di Prancis sekaligus terbuka menjalin hubungan asmara dengan seorang pria.
Di negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis, orientasi seksual bukan menjadi pertimbangan para pemilih.
Sebagai pemimpin D66, partai politik yang berideologi progresif, Rob berhasil merebut hati pendukungnya dengan kampanye yang berpihak pada imigran, menyuarakan kebebasan berekspresi, dan mengadvokasi kebijakan lingkungan dan energi terbarukan.
Getol berkampanye lewat media sosial seperti TikTok dan Instagram, Rob juga berhasil menggaet kaum gen Z untuk memilihnya.
Dalam pemilu, Rob yang menggantikan Belanda Dick Schoof menang tipis dari rivalnya, Geert Wilders, pemimpin sayap kanan ekstrem. Geert merupakan ketua dari Partai Kemerdekaan (PVV) yang anti-imigran dan anti-Islam.
Jetten diketahui berasal dari Veghel, sebuah kota kecil di Provinsi North Brabant. Semasa sekolah, Jetten aktif di olahraga atletik dan sempat menjadi pacer untuk Sifan Hassan yang melejit sebagai pemenang medali emas di Olimpiade Paris 2024.
Kemenangan Rob atas Geert dinilai mengejutkan banyak pihak mengingat kontestasi pemilu yang cukup ketat. Hasil penghitungan suara dari seluruh 342 daerah pemilihan dan 3 pulau Karibia di luar negeri menunjukkan Jetten unggul hanya dengan 14.081 suara atas Wilders dan PVV.
"Ya, Anda tetap bisa mengalahkan kaum populis," kata Rob kepada New York Times akhir tahun lalu. "Jika ingin melakukannya untuk lebih dari satu kali pemilu, Anda harus bekerja dengan keras," tambahnya.
Etos kerja yang gigih dipegang kuat oleh Rob. Tak heran bila pada hari pertama bekerja sebagai perdana menteri Belanda, ia mengunggah sebuah foto dengan keterangan: "Mari kita bekerja."
Simak Video "Video: S2U Review Fanmeeting Hearts2Hearts Jakarta, 'Make You Smile'?"
(dtg/dtg)