Hyaluronic acid atau HA sudah lama menjadi andalan dalam dunia skincare untuk mengatasi kulit kering dan dehidrasi. Kini, muncul bahan lain yang mulai ramai dibicarakan, yakni polyglutamic acid (PGA).
Sama seperti hyaluronic acid, polyglutamic acid termasuk humektan, yaitu bahan yang bekerja menarik dan mempertahankan air di permukaan kulit. Bedanya, PGA disebut mampu menahan kelembapan empat hingga lima kali lebih banyak dibandingkan hyaluronic acid.
"Polyglutamic acid (PGA) adalah peptida atau polimer larut air dengan berat molekul tinggi yang diproduksi melalui fermentasi bakteri," ujar dermatolog Divya Shokeen, seperti dikutip dari Cosmopolitan.
Dermatolog Rishi Chopra juga menjelaskan bahwa fungsi tersebut dapat membantu kulit kering dan kusam terlihat lebih lembut, sekaligus membuat garis-garis halus akibat dehidrasi tampak lebih samar.
Mengenal Polyglutamic Acid:
Polyglutamic acid sendiri bukan bahan yang benar-benar baru. Bahan ini tersusun dari rantai asam glutamat, salah satu jenis asam amino yang secara alami terdapat di dalam tubuh. PGA juga biasanya dibuat melalui proses fermentasi bakteri dan pertama kali diidentifikasi dalam natto, makanan kedelai fermentasi asal Jepang.
Klaim empat hingga lima kali lebih banyak menahan kelembapan memang terdengar seperti PGA akan menggantikan posisi hyaluronic acid. Faktanya, dermatolog tidak menyarankan untuk buru-buru meninggalkan HA.
PGA merupakan molekul yang sangat besar sehingga cenderung berada di permukaan kulit. Sementara itu, hyaluronic acid tersedia dalam berbagai ukuran molekul yang dapat memberikan hidrasi pada kedalaman berbeda, tergantung formulanya.
"Jika skin barrier membutuhkan retensi kelembapan di permukaan, kulit yang lebih halus, atau tampilan lebih dewy, PGA sangat bagus. Menggunakan keduanya bersama-sama memberikan hidrasi yang maksimal," jelas Shokeen.
Bukan Pengganti Hyaluronic Acid
Menurut Chopra, PGA tidak harus digunakan sebagai pengganti hyaluronic acid. Bahan ini justru bisa menjadi pelengkap memberikan hidrasi ekstra pada kulit.
"Karena banyak orang sudah menggunakan HA dalam rutinitas skincare mereka, PGA bisa menjadi cara lain untuk menambahkan lapisan hidrasi," jelasnya.
PGA dinilai cocok untuk mereka yang berkulit kering, dehirasi dan kulit untuk usia matang dan sensitif. Ada satu hal yang perlu diperhatikan. Pada kulit yang sangat berminyak atau ketika digunakan dalam cuaca panas dan lembap, lapisan yang ditinggalkan PGA mungkin terasa agak berat atau lengket.
PGA biasanya ditemukan dalam serum, moisturizer, masker, dan berbagai produk yang fokus memberikan hidrasi. Bahan ini juga dapat digunakan bersama sejumlah bahan aktif seperti retinol dan vitamin C.
Simak Video "Video: Skincare Check Bareng Dokter Tompi: Do's & Don'ts!"
(kik/kik)