Selama ini, perawatan anti-aging identik dengan melawan kerutan, garis halus, kulit kendur hingga flek, namun, pendekatan dalam dunia skincare mulai bergeser. Kini, perhatian tidak hanya tertuju pada tanda-tanda penuaan yang sudah muncul, tetapi juga bagaimana mempertahankan kondisi kulit dalam jangka panjang. Konsep tersebut dikenal sebagai skin longevity.
Clarins menjadi salah satu brand yang membawa pendekatan longevity dalam riset perawatan kulit. Menurut Clarins, penelitian mengenai skin longevity telah dikembangkan selama lebih dari 30 tahun untuk memahami mekanisme biologis yang berkaitan dengan proses penuaan kulit. Verena Sina, Training Manager PT Clarindotama Perdana (Clarins Indonesia), menjelaskan bahwa penuaan kulit tidak hanya dipengaruhi oleh pertambahan usia.
"Chronological aging sebenarnya adalah bagian dari longevity science, yaitu bagaimana mempertahankan umur dan fungsi sel supaya proses peremajaan kulit bisa lebih lama," ujar Verena dalam acara peluncuran New Double Serum Eye di hotel Keraton, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Chronological Aging Vs Epigenetic aging
Dalam riset Clarins, proses penuaan dibedakan menjadi chronological aging dan epigenetic aging. Chronological aging merupakan proses alami yang terjadi seiring bertambahnya usia. Sementara epigenetic aging berkaitan dengan faktor gaya hidup dan lingkungan yang dapat memengaruhi bagaimana tanda-tanda penuaan terlihat pada kulit.
Untuk memahami pengaruh faktor tersebut, Clarins Research melakukan penelitian terhadap pasangan kembar identik dengan gaya hidup berbeda. Meski memiliki faktor genetik yang sangat mirip, hasil penelitian menunjukkan bahwa tampilan penuaan pada kulit dapat berbeda ketika lingkungan dan gaya hidup mereka berbeda.
Pada area mata, Clarins melaporkan adanya perbedaan pada sejumlah tanda penuaan, termasuk crow's feet, kerutan antara alis, kerutan bawah mata, lingkaran hitam dan kantung mata.
"Jadi, meskipun memiliki gen yang kurang lebih sama, hasil aging-nya bisa berbeda dengan lifestyle yang berbeda," kata Verena.
Pendekatan longevity tidak berarti menghentikan proses penuaan. Penuaan merupakan proses biologis alami yang tetap terjadi, namun konsep ini lebih menekankan pada bagaimana menjaga fungsi dan kondisi kulit agar tetap optimal selama mungkin.
Itu artinya, perawatan kulit tidak hanya dilakukan ketika kerutan sudah terlihat. Hidrasi, perlindungan terhadap faktor lingkungan dan menjaga fungsi skin barrier juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan kondisi kulit dalam jangka panjang.
Pendekatan tersebut kemudian diterapkan Clarins dalam pengembangan generasi terbaru Double Serum Eye. Produk ini dirancang untuk menargetkan dua jenis penuaan sekaligus, yakni chronological aging dan epigenetic aging.
"Jadi kita tidak hanya berbicara mengenai anti-aging tapi juga tentang skin longevity," jelas Verena.
Simak Video "Video: Skincare Check Bareng Dokter Tompi: Do's & Don'ts!"
(kik/kik)