Mudik memang bikin hati hangat, tapi kondisi kulit sering kali tidak ikut menunjukkan tanda-tanda positif.
Mulai dari perjalanan panjang, paparan matahari, keringat, hingga perubahan cuaca, semuanya bisa membuat kulit terlihat kusam, dehidrasi, bahkan muncul jerawat.
"Setelah liburan musim panas yang penuh paparan sinar matahari, keringat, dan lapisan sunscreen, kulit sering kali membutuhkan reset yang serius," kata Dr. Sonia Badreshia-Bansal, MD, dokter kulit bersertifikat, seperti dikutip dari LA Times.
Efeknya mungkin langsung terasa, di mana kulit tampak lelah, muncul bruntusan, atau terasa kering di beberapa area. Tapi pada sebagian orang, dampaknya baru muncul beberapa minggu kemudian, saat warna kulit mulai tidak merata, muncul flek, hingga garis halus akibat paparan UV. Kabar baiknya, kondisi ini bisa diatasi. Bahkan, menurut dermatolog, momen setelah mudik justru jadi waktu yang tepat untuk melakukan perawatan di klinik kecantikan.
Kulit Kehilangan Kelembapan
Perjalanan jauh, terutama dengan pesawat atau mobil berjam-jam, bisa membuat kulit kehilangan banyak cairan. Kelembapan rendah, terutama di kabin pesawat, membuat skin barrier melemah. Akibatnya, kulit terasa lebih kering, sensitif, dan tampak kusam.
Kulit Kusam
Aktivitas selama mudik, termasuk panas-panasan dan penggunaan sunscreen berulang, bisa menyebabkan penumpukan di kulit. Akibatnya, kulit menjadi kusam.
"Ada anggapan sunscreen adalah segalanya (dan memang penting), tapi banyak yang lupa bahwa ia bisa menumpuk. Layering sunscreen seharian, terutama yang water-resistant atau mineral, menciptakan efek oklusif. Semua terperangkap di kulit, ditambah panas dan keringat, jadilah lingkungan sempurna untuk jerawat dan kulit kusam," jelas Dr. Badreshia-Bansal.
Simak Video "Video Experience Analisis Kondisi Kulit Pakai AI "
(kik/kik)