Aktris Dea Annisa memutuskan untuk berhijab setelah menikah. Memasuki bulan kedua pernikahannya, Dea mengaku keputusan ini sudah ia rencanakan sejak lama dan kini ia masih terus menjalani proses belajar untuk tampil konsisten serta nyaman dengan penampilan barunya.
"Jadi, awal aku berhijab itu setelah menikah. Ini juga masih proses belajar, karena aku baru nikah dua bulan. Dari lama banget aku memang berencana setelah nikah tuh pasti akan berhijab," ujar Dea saat berbincang dengan Wolipop di Senayan City Jakarta baru-baru ini.
Keinginan mantap tersebut didasari oleh keyakinan pribadinya serta kewajiban sebagai seorang muslimah. Selain menjalankan syariat, wanita kelahiran 29 Februari 1996 itu merasa tampil lebih percaya diri saat mengenakan hijab.
"Dan aku ngerasa hijab kan wajib ya, sebenarnya buat muslimah. Jadi, ya aku ngerasa lebih cantik aja kalau menggunakan hijab gitu. Itu inian pribadi aku aja, itu kenapa aku memantapkan hati untuk berhijab," tambahnya.
Meski sudah mantap berhijab, wanita yang memiliki nama lengkap Claudia Annisa ini menegaskan bahwa penampilannya saat ini bukanlah bentuk perubahan drastis yang instan. Ia menyadari masih banyak hal yang perlu dipelajari, baik dari segi pemahaman diri maupun pilihan style hijab sehari-hari.
"Sebenarnya juga bukan yang kayak aku langsung menutup diri, langsung berhijab. Aku juga masih belajar banget, masih banyak yang harus aku pelajarin. Kalau untuk style-nya lagi nyoba-nyoba apa yang paling nyaman aku pakai. Yang paling penting adalah nyamannya sih," ungkap pemain film Tak Kemal Maka Tak Sayang itu.
Mengenai kelangsungan kariernya di dunia hiburan, Dea mengaku tidak ragu atau takut kehilangan peluang pekerjaan. Ia memegang teguh keyakinan bahwa rezeki sudah diatur oleh Sang Pencipta.
"Pastinya sih, tapi aku selalu percaya rezeki itu dari Allah. Jadi aku nggak usah takut memilih pekerjaan. Aku yakin pekerjaan yang datang ke aku tuh udah tersusun sendiri, jadi itu yang paling terbaik," tuturnya.
Dalam bereksperimen gaya busana, Dea mengenang momen awal memakai hijab saat momen pernikahannya dengan bahan kain paris. Ia pribadi menyukai bentuk segi empat yang simpel atau jenis instan yang praktis.
"Pertama kali pakai hijab, aku tuh waktu nikah pakainya paris. Aku sih suka yang segi empat sebenarnya karena merasa lebih cantik. Tapi kalau lebih nyoba pakai instan, jadi nggak pusing," kata Dea.
Tantangan terbesarnya di awal penampilan baru ini adalah menemukan gaya hijab yang pas dan memberikan kesan clean look. Ia berupaya agar hijab yang dikenakannya tetap rapi tanpa terlihat menggembung.
"Tantangannya pertama kali pakai hijab lebih kayak mencari style yang paling bagus buat aku. Kayak gimana caranya bikin clean look dan tidak terlihat terlalu menggembung," jelas Dea.
Secara emosional, Dea tidak merasakan perubahan yang drastis. Ia memilih untuk menjalani keputusan ini secara mengalir dan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan sehari-hari.
"Perasaan aku nggak ada yang terlalu berbeda gimana-gimana, karena aku merasa hijab itu harus menjadi sebuah kebiasaan aja," lanjutnya.
Di akhir perbincangan, Dea memberikan pesan dan ajakan hangat bagi para perempuan yang tengah terketuk hatinya untuk mulai berhijab. Bagi Dea, berhijab bukan sekadar penampilan luar, melainkan sarana untuk menjaga diri.
"Pesan untuk wanita di luar sana yang terketuk hatinya, lakuin aja guys. Karena berhijab itu bukan sesuatu yang harus dipikirkan terlalu lama. Hijab itu biar kita bisa mawas diri, lebih berhati-hati, menjaga omongan, dan menjaga diri kita lebih baik," tutup Dea.
(gaf/eny)