×
Ad

Stretch Mark Muncul di Kulit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Adinda Salma - wolipop
Minggu, 27 Sep 2026 15:00 WIB
Halaman ke 1 dari 3
Foto: Getty Images/iStockphoto/ti-ja
Jakarta -

Pernahkah kamu merasa kurang percaya diri saat mendapati garis-garis halus memanjang tiba-tiba muncul di permukaan kulit?

Garis-garis yang menyerupai bekas luka atau stretch mark ini muncul ketika kulit meregang dan menyusut dengan cepat. Data menunjukkan bahwa 90% orang memiliki stretch mark atau yang dikenal secara medis sebagai striae.

Perubahan kondisi kulit ini sangat lazim ditemukan setelah masa pubertas, selama kehamilan, hingga saat mengalami perubahan berat badan yang fluktuatif.

Secara medis, stretch mark sama sekali tidak membahayakan kesehatan tubuh sehingga tidak ada kewajiban klinis untuk mengobatinya. Sebagian orang dapat menerimanya dengan nyaman sebagai bagian alami dari tubuh, sementara sebagian lainnya memilih untuk mengurangi kemunculannya demi meningkatkan rasa percaya diri.

Bagaimana Bentuk Stretch Mark?

Secara visual, penampilan stretch mark sangat bervariasi, tergantung pada lokasi kemunculannya di tubuh, sudah berapa lama stretch mark tersebut muncul, dan jenis kulit masing-masing individu. Warna stretch mark dapat berupa merah, pink, ungu, biru, hingga cokelat tua, tergantung warna kulit. Seiring waktu, warnanya akan memudar menjadi garis terang yang terkadang sedikit cekung atau menjorok ke dalam.

Pada fase awal kemunculannya, tekstur stretch mark cenderung sedikit menonjol serta sering kali disertai rasa gatal di area perut, paha, pinggul, bokong, maupun payudara.

Meskipun seiring berjalannya waktu warnanya akan semakin menyamar, garis-garis stretch mark ini umumnya tidak dapat hilang secara total dari permukaan kulit.

Apa Penyebab Munculnya Stretch Mark?

Timbulnya garis-garis stretch mark ini dipicu oleh proses peregangan serta penyusutan jaringan kulit yang terjadi secara mendadak.

"Stretch mark dapat terjadi ketika kulit meregang begitu cepat sehingga kolagen dan elastin, protein penting yang memberikan kekuatan dan elastisitas pada kulit, rusak," ucap dr. Susan Massick, seorang dokter kulit di Westerville, Ohio.

Kondisi ini terjadi ketika kulit meregang terlalu cepat sehingga merusak jaringan kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga kelenturan kulit. Selain kehamilan, stretch mark juga dapat muncul akibat lonjakan pertumbuhan selama masa pubertas, kenaikan atau penurunan berat badan yang cepat, serta binaraga atau olahraga angkat beban.

Menurut dr. Amy Kassouf, seorang dokter kulit di Ohio, penggunaan obat-obatan seperti steroid secara berulang dapat membuat kulit menjadi tipis sehingga menyebabkan munculnya stretch mark. Kondisi ini terutama dapat terjadi jika steroid dioleskan pada area ketiak, paha bagian dalam, dan selangkangan.

Kondisi medis genetik seperti sindrom Marfan dan sindrom Ehlers-Danlos, yaitu gangguan pada jaringan ikat tubuh, dapat melemahkan kulit sehingga menyebabkan stretch mark.

Penderita gangguan yang menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak hormon stres kortisol, yang biasa disebut sindrom Cushing, umumnya sering mendapati stretch mark. Menurut dr. Amy, kadar kortisol yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat melemahkan serat elastis pada kulit sehingga menyebabkan stretch mark.



Simak Video "Video: Yang Beda di Kehamilan Anak Ketiga Evi Masamba"

(eny/eny)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork