Menghabiskan akhir pekan dengan menonton film di bioskop, mengunjungi museum, atau menikmati pertunjukan teater ternyata bukan sekadar cara melepas penat. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa kebiasaan mengikuti kegiatan budaya seperti ini bisa memperpanjang umur.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health dari BMJ menganalisis data 1.899 orang berusia 50 tahun ke atas yang tergabung dalam English Longitudinal Study of Ageing.
Hasilnya menunjukkan bahwa responden yang lebih sering mengunjungi museum atau teater memiliki usia fisiologis rata-rata 66,9 tahun, sedangkan mereka yang jarang mengikuti aktivitas budaya memiliki usia fisiologis rata-rata 69,9 tahun.
Usia fisiologis merupakan gambaran kondisi biologis tubuh yang tidak selalu sama dengan usia berdasarkan tanggal lahir. Umumnya dilihat dari kondisi fisik maupun kognitif, artinya, makin rendah usia fisiologis maka seseorang dikatakan makin sehat dan harapan hidupnya lebih tinggi.
Peneliti juga menemukan bahwa perempuan, orang yang masih produktif, memiliki kondisi kesehatan yang baik, dan berasal dari kelompok sosial ekonomi lebih tinggi cenderung lebih aktif mengikuti kegiatan budaya. Bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor seperti pendapatan, pekerjaan, dan penyakit kronis, hubungan tersebut tetap terlihat.
Mengapa Aktivitas Budaya Bisa Berdampak pada Penuaan?
Menurut para peneliti, seperti dilansir Real Simple, mengunjungi museum, teater, atau bioskop tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga berkaitan dengan berbagai faktor yang mendukung kesehatan. Aktivitas tersebut dapat membantu memperluas interaksi sosial, menjaga kesehatan mental, serta mendorong seseorang menjalani gaya hidup yang lebih aktif.
Semua faktor ini diketahui berperan dalam memperlambat proses penuaan biologis. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil studi ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Bisa saja orang yang memang memiliki kondisi kesehatan lebih baik, lebih mampu bepergian dan mengikuti berbagai kegiatan budaya, dibandingkan mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
Meskipun masih memerlukan penelitian lanjutan, para ilmuwan menilai keterlibatan dalam aktivitas budaya, secara rutin berpotensi menjadi salah satu strategi untuk menjaga kesehatan masyarakat. Manfaatnya bahkan disebut dapat sebanding dengan kebiasaan berolahraga secara teratur.
Simak Video "Video Menkes Soroti Kesehatan Mental Siswa Sekolah: Under Detected!"
(hst/hst)