Diet Paleolitik atau diet paleo yang populer berpusat pada pola makan yang didasarkan jenis makanan yang diyakini dikonsumsi oleh manusia pada zaman prasejarah. Yuk! Mengenal dengan detail tentang diet paleo, cara serta tips melakukannya.
Pilihan makanan diet yang juga dikenal sebagai diet manusia gua ini terbatas pada apa yang bisa diburu, ditangkap, atau dikumpulkan pada zaman prasejarah seperti daging, ikan, dan sayuran. Mengapa banyak orang memilih diet paleo?
Teorinya adalah meningkatnya penyakit kronis di masyarakat modern berasal dari revolusi pertanian. Penelitian ini menunjukkan bahwa menambahkan biji-bijian, kacang-kacangan, dan produk susu ke dalam makanan dapat menyebabkan sejumlah penyakit dan kondisi kronis mulai dari obesitas hingga alergi.
Hal tersebut menyebabkan banyak orang memilih diet paleo dengan alasan kesehatan. Tujuan dari diet paleo adalah mengonsumsi makanan yang kemungkinan besar dimakan oleh manusia purba.
Banyak orang memilih untuk mengikuti diet paleo karena ingin menurunkan berat badan atau menjaga berat badan yang sehat, mengurangi faktor risiko penyakit jantung, atau kardiovaskular. Bagaimana cara dan tips melakukan diet paleo?
Cara Melakukan Diet Paleo
Manusia Paleolitik berkembang dengan berbagai pola makan, bergantung pada apa yang tersedia pada saat itu dan di mana mereka tinggal. Beberapa orang menjalani diet rendah karbohidrat dengan banyak makanan hewani, sementara yang lain mengikuti diet tinggi karbohidrat dengan banyak tumbuhan.
Jika kamu ingin menjalani diet paleo, kamu harus mengonsumsi makanan alami, bukan buatan. Diet paleo juga melarang konsumsi makanan tertentu.
Berikut adalah makanan yang harus dihindari pada diet paleo:
1. Gula dan sirup jagung fruktosa tinggi: minuman ringan, jus buah, gula meja, permen, kue kering, es krim, dan banyak lainnya
2. Biji-bijian: roti, pasta, gandum, sereal, dieja, gandum hitam, barley, dll.
3. Kacang-kacangan: buncis, lentil, dan masih banyak lagi
4. Produk susu: sebagian besar produk susu, terutama produk susu rendah lemak (beberapa versi paleo menyertakan produk susu berlemak penuh seperti mentega dan keju)
5. Beberapa minyak nabati: minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak biji kapas, minyak jagung, minyak biji anggur, minyak safflower, dan lain-lain
6. Pemanis buatan: aspartam, sukralosa, siklamat, sakarin, asesulfam kalium (gunakan pemanis alami sebagai gantinya)
7. Makanan olahan: segala sesuatu yang berlabel "diet" atau "rendah lemak" atau mengandung banyak bahan tambahan, termasuk makanan pengganti buatan
Pedoman sederhana untuk diet paleo adalah, jika terlihat seperti dibuat di pabrik, hindarilah. Untuk menghindari bahan-bahan tersebut, kamu harus membaca daftar bahan dan label nutrisi, bahkan pada makanan yang diberi label "makanan sehat".
Makanan yang Dikonsumsi Saat Diet Paleo
Kamu bisa makan berbagai makanan utuh yang belum diolah pada diet paleo. Ini termasuk:
1. Daging: Daging sapi, domba, ayam, kalkun, babi, dan lain-lain
2. Ikan dan makanan laut: salmon, trout, haddock, udang, kerang, dll (pilih tangkapan liar jika bisa)
3. Telur: mungkin berasal dari peternakan bebas, digembalakan, atau diperkaya omega-3
4. Sayuran: brokoli, kangkung, paprika, bawang bombay, wortel, tomat, dll.
5. Buah-buahan: apel, pisang, jeruk, pir, alpukat, stroberi, blueberry, dan banyak lagi.
6. Umbi-umbian: kentang, ubi jalar, ubi, lobak, dll.
7. Kacang-kacangan dan biji-bijian: almond, kacang macadamia, kenari, hazelnut, biji bunga matahari, biji labu, dan banyak lagi
8. Lemak dan minyak sehat: minyak zaitun extra virgin, minyak alpukat, dan lain-lain
9. Garam dan rempah-rempah: garam laut, bawang putih, kunyit, rosemary, dll.
Banyak orang lebih memilih daging yang diberi makan rumput, telur yang digembalakan, dan produk organik saat mengikuti diet paleo. Namun, hal ini tidak diperlukan.
Contoh menu diet paleo dan apakah diet paleo sehat? KLIK HALAMAN SELANJUTNYA untuk meneruskan membaca.
(eny/eny)