Kisah sukses Isak Andic membangun Mango menjadi kerajaan fashion global berubah menjadi misteri setelah kematiannya menyeret putra sulungnya, Jonathan Andic, dalam penyelidikan dugaan pembunuhan. Isak meninggal di usia 71 pada 14 Desember 2024 setelah jatuh sekitar 100 meter saat mendaki di kawasan Montserrat, dekat Barcelona, Spanyol. Saat kejadian, hanya Jonathan yang disebut berada bersamanya.
Kematian Isak awalnya dianggap sebagai kecelakaan, namun penyelidikan kemudian dibuka kembali setelah muncul sejumlah pertanyaan mengenai kejadian tersebut. Aparat mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa Isak tidak sekadar terjatuh, tetapi didorong.
Pada 19 Mei 2026, Jonathan ditangkap dalam penyelidikan tersebut. Ia kemudian dibebaskan dengan jaminan 1 juta euro, dengan kewajiban menyerahkan paspor, tetap berada di Spanyol, dan melapor secara berkala ke pengadilan.
Jonathan membantah terlibat dalam kematian ayahnya. Ia belum dinyatakan bersalah dan secara hukum tetap dianggap tidak bersalah selama proses penyelidikan berlangsung.
Dari Toko Kecil hingga Kerajaan Mango
Sebelum kematian Isak berubah menjadi kasus hukum, perjalanan hidupnya dikenal sebagai salah satu kisah sukses terbesar di industri fashion Spanyol. Lahir di Istanbul pada 1953, Isak pindah ke Barcelona bersama keluarganya saat masih remaja. Ia memulai bisnis dengan berjualan pakaian sebelum mendirikan Mango bersama saudaranya, Nahman, pada 1984.
Dari sebuah toko di Barcelona, Mango berkembang menjadi perusahaan fashion internasional dengan ribuan toko di lebih dari 120 negara. Isak kemudian menjadi salah satu pengusaha terkaya di Spanyol.
Mango mencatat penjualan 3,8 miliar euro pada 2025, memperlihatkan besarnya kerajaan bisnis yang dibangun Isak selama puluhan tahun. Namun setelah kematiannya, perhatian justru tertuju pada hubungan keluarga dan persoalan warisan yang kini ikut muncul dalam penyelidikan.
Hubungan Ayah dan Anak hingga Persoalan Warisan
Penyidik dilaporkan menelusuri hubungan Jonathan dengan ayahnya, termasuk dugaan ketegangan yang terjadi sebelum Isak meninggal. Estefania Knuth, pasangan terakhir Isak, menjadi salah satu saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut. Dalam kesaksiannya, ia mengatakan Isak tengah menyiapkan wasiat baru yang menurutnya akan "mengubah semuanya".
Wasiat tersebut disebut berkaitan dengan rencana pembentukan yayasan amal yang dapat mengurangi bagian warisan untuk ketiga anak Isak, termasuk Jonathan. Seperti dikutip dari El Pais, persoalan ini kemudian menjadi salah satu hal yang diperiksa penyidik terkait kemungkinan motif finansial.
Dua putri Isak, Sarah dan Judith Andic, dilaporkan membantah adanya konflik keluarga terkait warisan. Keduanya juga membela Jonathan dan mengatakan hubungan sang kakak dengan ayah mereka sebenarnya baik. Mereka bahkan menyebut Isak berencana mendirikan yayasan bersama anak-anaknya.
Jonathan Bantah Tuduhan
Di tengah penyelidikan tersebut, Jonathan akhirnya memilih mundur dari tanggung jawabnya di Mango. Dalam surat kepada karyawan pada 26 Mei 2026, ia membantah gambaran yang menurutnya telah dibangun mengenai dirinya. Jonathan menyebutnya sebagai sebuah narasi yang membuat publik seolah-olah sudah menganggap dirinya bersalah.
"Narasi tentang rasa bersalah yang sudah dianggap pasti tidak sesuai dengan kenyataan. Ini adalah tuduhan paling serius, paling tidak adil dan paling tidak berdasar," tulis Jonathan dalam surat tersebut.
Jonathan kemudian memutuskan untuk melepaskan tanggung jawabnya di Mango. Ia menjabat sebagai wakil presiden dan perannya di dewan direksi.
Simak Video "Video: Skincare Check Bareng Dokter Tompi: Do's & Don'ts!"
(kik/kik)