Calon Anggota Dewan Ini Dikritik Pakai Jam Tangan Rp 640 Juta Saat Kampanye
Gaya mewah calon anggota dewan saat kampanye jadi sorotan. Kali ini seorang calon anggota dewan yang didukung Donald Trump mendapat kritik pedas dari rival politiknya karena mengenakan jam tangan mewah berharga ratusan juta rupiah.
Adalah calon anggota dewan bernama Ken Paxton yang mendapat kritikan dari rivalnya James Talarico. Ken yang berasal dari Partai Republik memakai jam tangan Hublot Aerofusion King Gold seharga US$ 41.000 atau sekitar Rp 640 juta saat kampanye di San Antonio, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaya Ken Paxton ini dikritik rivalnya politikus James Talarico di X. Dia membuat cuitan untuk menanggapi foto Ken Paxton mengenakan jam tangan mewah tersebut dan kaus berlogo klub golf Four Seasons Orlando.
"Tidak ada yang lebih menunjukkan pemahaman tentang krisis biaya hidup selain memakai jam tangan seharga US$41.000 (sekitar Rp640 juta) dan kaus polo Four Seasons," tulis James Talarico (37), di platform X.
Belum jelas apakah jam tangan tersebut dibeli sendiri atau hadiah untuk Ken Paxton. Laporan media AS pada tahun lalu menunjukkan bahwa dokumen pajak dan rekening bank Paxton mencatatkan kekayaan bernilai jutaan dolar AS meski telah bekerja di pemerintahan negara bagian selama 20 tahun, dengan gaji resmi US$153.750 per tahun.
Melalui juru bicaranya Madison Cercy, Paxton memberikan pernyataan resmi menanggapi kritikan terhadap dirinya. "Ken Paxton bangga atas kariernya yang sukses di luar pemerintahan, termasuk saat menjalankan bisnis kecilnya sebagai pengacara. Sementara itu, James Talarico adalah pria 37 tahun yang rekening banknya masih digabung dengan ibunya. Satu-satunya pekerjaannya di sektor publik adalah memanfaatkan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri secara korup," kata Cercy, merujuk pada dokumen keuangan Talarico yang menunjukkan rekening bersama dengan ibunya serta pendapatan sekitar US$83.000 dari firma konsultan pendidikan.
Dalam wawancara dengan Fox News, Ken Paxton pernah menyampaikan rasa bangganya atas kesuksesan kariernya. Dia membantah menyelewengkan kekuasaan meski kekayaannya melonjak 7.000% dan memiliki 15 rumah selama menjabat sebagai anggota senat Amerika Serikat.
"Saya bangga dengan apa yang saya capai di bisnis swasta sebagai pengacara praktisi. Saya pengacara dan pebisnis yang sukses, dan saya berinvestasi-tidak seperti lawan saya yang belum pernah sukses dalam hal apa pun," katanya.
(eny/eny)











































