Viral Verificator
Sarjana Penjas dari Jombang Ini Viral, Jadi Pelatih Fitness Lansia
Sebuah video menyentuh hati menjadi viral di media sosial, memperlihatkan seorang lulusan sarjana pendidikan jasmani yang memilih jalan hidup tak biasa. Alih-alih mengejar karier konvensional, pria muda ini mendedikasikan dirinya untuk menjadi instruktur dan penyemangat bagi kaum lanjut usia (lansia).
Dengan latar belakang keilmuannya, ia menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam melatih fisik para lansia, memadukan pengetahuan akademis dengan kepedulian yang tulus.
"Alhamdulillah yg terpenting bisa bermanfaat untuk sekitar🫶💪🏻🙏🏻
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cek ig kami👇
@fitness_lansia.jbg
@upjb_official @penjas_upjb," tulis keterangan video Instagram @adeentiro.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @adeentiro, priatersebut menyampaikan rasa syukurnya dan menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Unggahan ini telah memicu perbincangan luas di kalangan netizen, yang memberikan apresiasi atas inspirasi dan kebaikan yang dibagikan.
"Memang profil lulusan penjas kajiannya sampai sejauh ini bang, tidak hanya misi kependidikan, namun juga sebetulnya membawa misi kemanusiaan dgn menggiring seseorang tetap pada 🔥fitrahnya sebagai manusia, yaitu bergerak sepanjang hayat sesuai potensi jasmaninya tanpa kesulitan. Lope banget bang, keren banget abang ❤️," kagum pengguna Instagram @septiadifirman.
"Sangat menginspirasi coach🙌," puji akun @munif_a.s.
"Kereeeen Mas....Semoga menjadi ladang segala kebaikan akan kembali kepadamu, kepada Ortumu dan kepada keluargamu nnt 💪🏼🙏," timpal akun @ladyandralogy.
Konfirmasi Wolipop
Viral di sosial media, seorang lulusan Penjas mendedikasikan ilmunya menjadi pelatih fitness lansia agar hidupnya bisa memberi manfaat bagi sesama di sekitar. Foto: Dok. Instagram @adeentiro & @fitness_lansia.jbg. |
Sarjana Pendidikan Jasmani yang viral itu adalah Mohamad Adeen Tiro, atau yang akrab disapa Adeen Tiro (26 tahun). Pria asal Jombang, Jawa Timur, ini merupakan lulusan S1 Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Jombang. Video aksinya saat memandu para lansia berolahraga yang diunggah ke Instagram miliknya @adeentiro sukses menarik perhatian dan banjir pujian dari netizen.
Kepada Wolipop, Adeen menceritakan kisah di balik unggahannya yang mendadak viral tersebut. Ia mengungkapkan bahwa video itu sejatinya memperlihatkan rutinitas hariannya saat mendampingi para klien lansia latihan secara privat.
"Bagi saya, latihan bukan hanya tentang membentuk tubuh atau mengejar hasil fisik, tetapi juga tentang membantu seseorang supaya tetap bisa bergerak, menjadi lebih kuat, dan merasa lebih percaya diri dengan kondisi tubuhnya," ungkap anak tunggal ini saat diwawancarai Wolipop.
Bagi Adeen, setiap perubahan kecil yang dialami para kliennya membawa kebahagiaan tersendiri yang tak bisa diukur dengan materi. Dia merasa senang saat para lansia yang awalnya kesulitang bergerak, kembali bisa berjalan.
"Ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat seseorang yang awalnya kesulitan bergerak atau kurang percaya diri, kemudian sedikit demi sedikit mulai menunjukkan perkembangan. Karena itu saya menulis bahwa setiap langkah kecil yang mereka ambil adalah kebahagiaan yang tidak ternilai bagi kami. Proses dan perkembangan kecil seperti itu justru menjadi alasan saya terus menjalani bidang ini dengan tulus dan ikhlas," tambahnya.
Berawal dari Keinginan Menyehatkan Orang Tua
Viral di sosial media, seorang lulusan Penjas mendedikasikan ilmunya menjadi pelatih fitness lansia agar hidupnya bisa memberi manfaat bagi sesama di sekitar. Foto: Dok. Instagram @adeentiro & @fitness_lansia.jbg. |
Keterlibatan Adeen di dunia kebugaran lansia bukan tanpa alasan. Memulai hobi fitness sejak tahun 2014 dan aktif sebagai atlet binaraga, ia memang sudah berniat memfokuskan kariernya di industri kebugaran sejak awal lulus kuliah.
Jasa spesialis pendampingan fitness lansia ini telah ia buka sejak tahun 2024. Ide dasarnya muncul dari kepedulian terhadap kesehatan orang tuanya sendiri.
"Ide awalnya dari lingkungan sekitar. Saat itu yang pertama kali saya arahkan adalah orang tua saya, karena saya berpikir bagaimana caranya supaya kedua orang tua saya bisa selalu fit," jelas Adeen.
Ia menyayangkan stereotipe masyarakat yang menganggap olahraga berat atau kebugaran hanya diperuntukkan bagi anak muda.
"Masih banyak orang yang menganggap olahraga hanya untuk anak muda atau mereka yang ingin membentuk badan. Padahal olahraga adalah kebutuhan semua usia, termasuk orang tua dan lansia. Saya ingin membantu mereka tetap sehat, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik," tegasnya.
Meski demikian, Adeen mengaku merasakan tanggung jawab besar saat membimbing klien lansia. Kondisi fisik yang sangat bervariasi menuntutnya untuk ekstra sabar, teliti, dan terus mengilmui teknik olahraga medis yang aman.
Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap lansia sudah tidak boleh berolahraga.
"Tantangan terbesar adalah mengubah pola pikir sebagian orang yang masih takut atau ragu untuk mulai berolahraga, terutama mereka yang merasa sudah terlalu tua atau memiliki keterbatasan fisik. Cara saya menghadapinya adalah dengan memberikan edukasi secara bertahap, mendengarkan kebutuhan mereka, serta menyesuaikan program latihan. Perkembangan tidak harus instan, yang terpenting konsisten," terangnya.
Berasal dari Keluarga Sederhana hingga Berprestasi Nasional
Viral di sosial media, seorang lulusan Penjas mendedikasikan ilmunya menjadi pelatih fitness lansia agar hidupnya bisa memberi manfaat bagi sesama di sekitar. Foto: Dok. Instagram @adeentiro & @fitness_lansia.jbg. |
Di balik sosoknya yang inspiratif dan berprestasi, Adeen memiliki latar belakang perjuangan hidup yang tidak mudah. Ia tumbuh di keluarga sederhana, di mana ibunya bekerja sebagai buruh cuci dan ayahnya seorang tukang bangunan.
Sejak SMP, Adeen sudah terbiasa bekerja serabutan demi membantu perekonomian keluarga. Tekad kuatnya membuat Adeen mampu membiayai pendidikannya sendiri sejak kelas 3 SMK hingga berhasil meraih gelar sarjana S1.
"Dari perjalanan itu, saya belajar arti kerja keras, tanggung jawab, dan tidak mudah menyerah dalam keadaan apa pun," kenang Adeen.
Jerih payahnya berbuah manis. Sejak tahun 2017 ia memimpikan punya klub kebugaran sendiri, dan mimpi itu akhirnya terwujud pada tahun 2023 berkat tabungan hasil keringatnya.
Tak hanya itu, Adeen juga merupakan atlet binaraga berprestasi yang pernah menyumbang 2 medali emas di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur dan berhasil menembus ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Sumatera Utara.
Dukungan penuh dari keluarga menjadi bahan bakar utamanya untuk terus melangkah. "Alhamdulillah keluarga sangat mendukung, apalagi mereka melihat sendiri bagaimana saya menekuni olahraga ini sejak 2014. Mereka bangga ketika ilmu dan pengalaman saya bisa membantu banyak orang menjadi lebih sehat dan percaya diri," tutupnya.
(gaf/eny)














































