Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Verificaor

Inspiratif! Viral Ibu-ibu di Desa Olah Kemasan Plastik Bekas Minyak Jadi Cuan

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Jumat, 26 Jun 2026 17:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Daur ulang kreatif limbah plastik kemasan minyak goreng menjadi tas jinjing belanja yang unik, estetis dan bernilai guna menggunakan sebuah mesin jahit.
Daur ulang kreatif limbah plastik menjadi tas jinjing belanja yang unik, estetis dan bernilai guna menggunakan sebuah mesin jahit. Foto: Dok. Instagram @es_sulistia.
Jambi -

Sebuah aksi kreatif seorang wanita dalam mengolah sampah plastik kemasan menjadi barang bernilai jual tinggi viral di media sosial. Di tangan kreatifnya, limbah rumah tangga berupa plastik bekas bungkus minyak goreng yang biasanya langsung dibuang, disulap secara apik menjadi tas jinjing serbaguna.

Penampakan hasil akhir karya yang bernilai ekonomis ini dibagikan oleh akun Instagram @es_sulistia dan langsung mencuri perhatian netizen.

"Kreatifitas tanpa batas, apa saja bisa jadi duit asal pintar mengolahnyaaa," tulis keterangan akun Instagram @es_sulistia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui unggahan video singkat tersebut, terlihat proses detail bagaimana wanita ini memanfaatkan mesin jahit tradisional untuk merangkai lembar demi lembar plastik kemasan minyak goreng dari berbagai merek terkenal. Setelah dibersihkan dan dipotong rapi, plastik-plastik tersebut dijahit dengan presisi dan dilengkapi dengan tali jinjing berwarna hitam serta ritsleting penutup sehingga berubah menjadi tas belanja yang fungsional.

Daur ulang kreatif limbah plastik kemasan minyak goreng menjadi tas jinjing belanja yang unik, estetis dan bernilai guna menggunakan sebuah mesin jahit.Daur ulang kreatif limbah plastik kemasan minyak goreng menjadi tas jinjing belanja yang unik, estetis dan bernilai guna menggunakan sebuah mesin jahit. Foto: Dok. Instagram @es_sulistia.

Unggahan ide kreatif tersebut langsung viral dan sudah ditonton lebih dari 1,3 juta kali. Warganet juga ikut membanjiri kolom komentar.

"Lucuuu 🙌 Ka kl tali tasnya di samain sm warna dasar plastiknya kuning/ ijo2 makin lucuu kayanya jd matching 😍," saran pengguna Instagram @tina_rahina88.

"Di jual brapa tas kya gtu kak ?" tanya akun @jumarnitagali.

"Gimana cara belinya kk?" penasaran akun @dwi.astuti5.

"Memanfaatkan plastik bekas ..mantab kak...bisa mengurangi sampah plastik...apalagi plastik bekas minyak itu tebal awet klu dibikin tas ...,buat tanam sayuran saja juga awet," salut akun @ira.oka.ida.

Konfirmasi Wolipop

Daur ulang kreatif limbah plastik kemasan minyak goreng menjadi tas jinjing belanja yang unik, estetis dan bernilai guna menggunakan sebuah mesin jahit.Daur ulang kreatif limbah plastik kemasan minyak goreng menjadi tas jinjing belanja yang unik, estetis dan bernilai guna menggunakan sebuah mesin jahit. Foto: Dok. Instagram @es_sulistia.

Wolipop sudah menghubungi Eka Sulistia, seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Di sela-sela kesibukannya mengurus rumah tangga, wanita yang akrab disapa Eka ini aktif berkarir di bidang menjahit sekaligus menjadi kreator konten di media sosial.

Kepada Wolipop, Eka menceritakan bahwa unggahannya yang viral merupakan kreasi menjahit daur ulang. Ia menyulap sampah plastik kemasan minyak goreng menjadi tas jinjing serbaguna yang terlihat modis dan estetis.

"Mungkin karena unik jadi orang banyak yang menyukainya, sampai akhirnya jadi banjir orderan tanpa harus mengeluarkan banyak modal," ungkap Eka dengan antusias.

Proses pembuatan tas unik ini rupanya memerlukan waktu yang tidak sebentar. Di awal percobaannya, Eka harus bersabar mengumpulkan plastik kemasan dari minyak goreng yang ia gunakan sendiri di rumah.

"Soalnya prosesnya cukup lama. Untuk percobaan, aku harus mengumpulkan sampah yang aku gunakan sendiri. Kalau habis beli minyak, kemasan plastiknya selalu kukumpulin. Pas sudah kekumpul banyak, aku coba buat untuk dipakai sendiri, terutama dipakai anak," kenang Eka.

Daur ulang kreatif limbah plastik kemasan minyak goreng menjadi tas jinjing belanja yang unik, estetis dan bernilai guna menggunakan sebuah mesin jahit.Daur ulang kreatif limbah plastik kemasan minyak goreng menjadi tas jinjing belanja yang unik, estetis dan bernilai guna menggunakan sebuah mesin jahit. Foto: Dok. Instagram @es_sulistia.

Keisengannya mengunggah hasil karya tersebut ke media sosial berbuah manis. Tak disangka, respons positif langsung berdatangan, mulai dari tetangga sekitar hingga warganet di jagat maya.

"Kemudian iseng-iseng posting, eh ternyata tetangga ada yang minat. Lalu aku kontenin, eh alhamdulillah FYP dan makin banyak yang pesan. Sampai sekarang aku berani membeli sampah plastik di tetangga yang usahanya jualan kue. Mereka menggunakan minyak kemasan dan sampahnya aku beli," tambahnya.

Ketika ditanya mengenai asal mula ide kreatif tersebut, Eka mengaku mendapatkan inspirasi saat sedang berselancar di media sosial. Ia melihat video penjahit lain yang fokus membuat kerajinan tas.

"Idenya itu aku terinspirasi dari postingan orang yang lewat FYP aku. Postingan sesama penjahit tapi dia khusus membuat kerajinan tas. Kebetulan pas buat tas dari sampah plastik, awalnya aku mau pakai sendiri tapi ternyata banyak yang tertarik," jelasnya.

Meskipun pada awalnya Eka tidak memiliki target atau tujuan tertentu, seiring berjalannya waktu dan meningkatnya pesanan, ia menyadari dampak positif dari apa yang dilakukannya bagi kelestarian lingkungan.

"Awalnya nggak ada tujuan ya, tapi sampai ke sini aku jadi sadar ternyata kalau aku kembangin kreativitas ini bisa mengurangi sedikit demi sedikit sampah plastik di muka bumi ini. Apalagi kalau kita sampai berani membelinya," kata Eka.

Sebagai seorang penjahit di desa, kreativitas Eka tidak terbatas pada kerajinan daur ulang saja. Sehari-hari ia juga kerap menerima pesanan pakaian seperti dress, kemeja pria, hingga seragam bridesmaid. Tentu saja, setiap bahan memiliki tingkat kesulitan tersendiri, termasuk saat menjahit plastik kemasan.

"Pasti adalah kesulitannya, cuma aku bikin santai aja. Tantangannya tuh ada tersendiri dari menjahit sampah plastik dan menjahit bahan. Kalau sampah plastik tuh kesulitannya agak susah diatur ya, soalnya dia keras dan licin juga," beber Eka mengenai proses produksinya.

Tak hanya kendala teknis pada mesin jahit, tantangan lain juga datang dari permintaan para pelanggan setianya.

"Kalau jahit bahan kesulitannya di model yang customer minta. Kadang referensi customer itu jahitan desainer, sedangkan kita cuma penjahit desa, terus upahnya minta yang murah lagi kan. Tapi nggak apa-apa, kalau bisa kita kerjakan, kalau nggak bisa ya kita bilang itu di luar keahlian kita," ujarnya sembari bercanda.

Melalui video dan kisah perjalanannya yang viral ini, Eka berharap bisa memberikan motivasi dan pesan mendalam bagi banyak orang di luar sana yang sedang berusaha merintis usaha atau mengembangkan hobi mereka.

"Jangan pernah berhenti berkarya. Kalau kalian punya bakat, ayo kembangin. Insya Allah bakal jadi ladang usaha yang sangat bermanfaat," pungkasnya menutup wawancara.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads