Kisah Pria Gugat Kantor yang Beri Kejutan Ultah, Endingnya Dapat Rp 6,4 M

Hestianingsih - wolipop Jumat, 22 Apr 2022 06:15 WIB
Ilustrasi pesta ulang tahun. Foto: iStock Ilustrasi pesta ulang tahun. Foto: iStock
Jakarta -

Gara-gara pesta kejutan ulang tahun, seorang karyawan dipecat. Dia pun menuntut perusahaan tempatnya bekerja dan mendapatkan kompensasi sebesar USD 450 ribu atau sekitar Rp 6,4 miliar.

Insiden ini terjadi pada 2019, ketika pria bernama Kevin Berling mendapatkan pesta kejutan ulang tahun yang diadakan oleh teman-teman kantornya. Bukannya merasa senang karena ulang tahunnya dirayakan orang sekantor, pesta tersebut justru memicu serangan panik.

Menurut keterangan dari pengacaranya, sebelumnya Kevin sudah memperingatkan para koleganya agar tidak merayakan hari ulang tahunnya karena kondisi gangguan kecemasan yang dideritanya. Namun satu orang rekan kerjanya tak mengindahkan dan tetap menggelar pesta kejutan.

Kevin yang tidak nyaman karena jadi pusat perhatian di hari ulang tahunnya kemudian pergi tanpa aba-aba ke tempat parkir untuk menenangkan diri dalam mobilnya. Dia juga terpaksa menyantap makan siang di situ.

Keesokan harinya Kevin dipanggil oleh dua atasannya untuk membicarakan insiden tersebut. Mereka menudingnya telah merusak kesenangan karyawan lain di tempat kerja. Pertemuan itu pun kembali memicu serangan panik yang kedua pada Kevin.

Akibatnya, perusahaan memulangkan Kevin untuk istirahat selama dua hari. Namun beberapa hari kemudian dia menerima e-mail dari perusahaan yang menyatakan kalau dirinya dipecat karena dianggap mengancam keselamatan rekan-rekan kerjanya.

Seperti dikutip dari New York Times, perusahaan yang bergerak di bidang laboratorium medis itu mengklaim bahwa cara Kevin mengatasi serangan paniknya telah membuat rekan kerja dan atasannya ketakutan.

"Dia mengepalkan tangannya mengitari dada, seperti hampir memeluk dirinya sendiri. Karyawan saya adalah korban dalam kasus ini, bukan penggugat. Mereka (atasan Kevin) benar-benar ketakutan akan disakiti saat itu," ujar Julie Brazil, pendiri dan pimpinan perusahaan.

Selanjutnya
Halaman
1 2