55% Pekerja Sulit Fokus Selama WFH, GoWork Beri Solusinya

Jihaan Khoirunnisaa - wolipop Rabu, 27 Okt 2021 09:30 WIB
Ilustrasi co-working space. Foto: dok. GoWork
Jakarta -

CEO & Co-Founder GoWork, Vanessa Hendriadi mengatakan pandemi mendorong perusahaan untuk beradaptasi dengan mengadopsi sistem kerja baru yang fleksibel, yaitu hybrid working. Ini merupakan metode kerja yang menggabungkan bekerja dari kantor (WFO) dan bekerja dari rumah (WFH).

Vanessa menyebut berdasarkan data Robert Walters, 55 persen profesional Indonesia sulit fokus selama WFH. Beberapa di antaranya karena faktor koneksi internet yang buruk, gangguan di rumah, serta tidak adanya interaksi langsung dengan rekan kerja.

Sementara jika bekerja dari kafe maka lingkungannya dinilai tidak mendukung karena terlalu sempit serta tidak adanya privasi. Untuk itu, co-working space banyak dijadikan pilihan oleh karyawan sebagai tempat untuk bekerja.

"Ada perubahan signifikan pada cara perusahaan dan individu bekerja pasca Covid. Karyawan saat ini tertarik pada perusahaan yang dapat memberikan fleksibilitas pengaturan kerja hybrid terlepas apa pun industrinya. Kami menerima semakin banyak permintaan dari perusahaan ukuran menengah dan besar untuk menciptakan solusi yang telah disesuaikan dan akses bagi karyawan mereka di berbagai lokasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/10/2021).

Untuk itu, GoWork menggelar kampanye #KerjaLebihDekat. Kampanye ini diadakan untuk mendukung produktivitas kerja bagi karyawan, sekaligus memungkinkan perusahaan untuk mengatur kantor sesuai kebutuhan.

GoWork yang berpusat di Jakarta telah memiliki lebih dari 25 cabang di 4 kota besar lainnya. Dia menjelaskan saat ini GoWork dapat mengakomodasi kebutuhan individu sampai perusahaan dengan ratusan karyawan. Hal ini karena produk dan layanan yang telah diperbarui guna memenuhi kebutuhan akan tempat kerja yang nyaman.

Selain protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat, lanjut dia, GoWork meluncurkan layanan yang memungkinkan individu atau tim untuk bekerja di ruang kantor pribadi, alih-alih menggunakan area lounge bersama. Perusahaan besar, start-up, pekerja profesional, dan mahasiswa banyak menggunakan manfaat ini karena mereka dapat menggunakan semua fasilitas yang disediakan GoWork, seperti ruang rapat, kantor virtual, dan layanan manajemen kantor yang komprehensif.

"Jaringan tempat kami berada di lokasi sangat strategis di empat kota terbesar di Indonesia serta pengalaman kami lebih dari enam tahun di industri ini, membantu GoWork untuk menyediakan solusi secara cepat dan akurat. Kami melihat mulai banyak perusahaan yang pindah ke GoWork dari kantor tradisional mereka," terangnya.

Vanessa mengatakan, dari segi pemilihan lokasi, luas, desain, lama kontrak, manajemen kantor, GoWork telah membantu perusahaan sampai ukuran lebih dari 500 orang dengan menyediakan solusi end-to-end. Hal ini juga memberikan dampak sosial positif pada masyarakat. Misalnya, lokasi-lokasi GoWork terletak di dekat mal besar, kawasan bisnis, dan stasiun kereta api di empat kota untuk memangkas biaya dan waktu perjalanan. Hal ini dinilainya memungkinkan pelanggan untuk fokus pada peningkatan produktivitas dan peningkatan kesehatan mental dan fisik, dan juga waktu untuk keluarga.

"Kami menjaga hubungan yang erat dengan pemilik properti dan klien kami untuk terus mengetahui apa yang diperlukan masyarakat. COVID tentu telah menyerang semua industri secara global, tetapi dari hal tersebut kita belajar untuk mengolah penawaran kita agar tetap relevan," pungkasnya.



Simak Video "Kesulitan yang Dialami Jun Ji Hyun Saat Syuting Drakor 'Jirisan'"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)