Kisah Perjuangan Polwan yang Diterima di 7 Universitas di Inggris

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 30 Jul 2021 06:30 WIB
mesya ananda Foto: Instagram @mesyaananda
Jakarta -

Pendidikan tinggi memang patut diperjuangkan. Apalagi jika ada kesempatan menuntut ilmu di universitas bergengsi di luar negeri agar lebih banyak pengalaman. Seorang wanita bernama Mesya Ananda menceritakan kisahnya diterima di kampus di Inggris. Tak tanggung-tanggung, polwan tersebut sukses diterima di tujuh universitas sekaligus. Tapi tentu perjuangannya tidak bisa dibilang mudah.

Dalam sebuah postingannya di Instagram baru-baru ini, Ipda Mesya Ananda, S.Tr.K mengungkap perjuangannya mendapatkan beasiswa. Ia mengaku bersyukur akhirnya bisa meraih cita-cita untuk melanjutkan studi S2 di luar negeri. Wanita tersebut selama ini memang selalu mengusahakan yang terbaik untuk urusan akademis. Tak heran jika polisi wanita itu pernah meraih penghargaan Lulusan Terbaik ada Sebasa (Sekolah Bahasa Polri) 2020.

"Mulai dari ikut dikjur Sekolah Bahasa POLRI dan alhamdulillah rank top 5 diberi kesempatan untuk tes IELTS dibiayai hingga mendapat overall score 7.5 Alhamdulillah juga bisa meraih penghargaan Lulusan Terbaik pada Sebasa 2020," tulisnya.

[Gambas:Instagram]



Setelah lulus dari Akademi Polisi, Mesya memantapkan diri untuk melanjutkan pendidikannya. Ia lalu mulai mempersiapkan diri dan mengumpulkan berbagai berkas yang dibutuhkan untuk mendaftar universitas yang bisa mendapatkan beasiswa LPDP. Tak mudah memang karena Mesya butuh waktu sembilan bulan untuk melengkapi semuanya, termasuk membuat esai selagi bekerja. Wanita berhijab itu pun mengaku sempat menangis.

"Sembilan bulan diisi dengan research universitas dan bandingin keunggulan program dan universitas, membuat surat administrasi, minta surat rekomendasi, begadang buat essay personal statement, minta masukkan berbagai orang, bolak balik translate dokumen, rombak revisi essay lagi (berkali-kali), buka mantengin email terus nunggu letter of acceptance (loa) dari universitas, nangis ditolak univ, semua sambil menjalankan tugas kepolisian @polisi_indonesia," ujarnya

Karena berbagai rintangan dan penolakan juga kondisi pandemi, Mesya sempat merasa pesimis. Tapi akhirnya semua perjuangan terbayarkan. "Sempat pesimis dengan kondisi pandemi ini yang menyebabkan beasiswa LPDP belum ada kepastian untuk dibuka. Pesimis itu dihibur dengan notifikasi email dari universitas yang mulai muncul satu per satu. Pertama kali, University of Sheffield dan bertepatan waktu itu lagi pulang ke Jakarta karena papa dirawat. Adanya surat itu jadi kabar bahagia keluarga," tulis Mesya.

[Gambas:Instagram]



Mesya pun diterima di tujuh universitas, yakni University College London, University of Glasgow, University of Leeds, University of Exeter, University of York, University of Sheffield, dan University of Lancaster. Setelah itu ia baru mengikuti seleksi LDPD untuk mendapatkan beasiswa.

"Lalu ikut seleksi @lpdp_ri mulai dari 0 lagi. Kirim berkas administrasi. Seleksi tes potensi akademik. Tes wawancara. Dan pada akhirnya diterima sebagai awardee LPDP 2021,"

Terakhir Mesya mengajak para follower dan netizen untuk meraih mimpi besar mereka sekaligus membuat perubahan dan kontribusi untuk Indonesia. Hal itu bisa dilakukan salah satunya dengan mengejar pendidikan setinggi-tingginya.

"In order to do that, we need to be well-educated to understand the strategies to solve it effectively. I genuinely believe that getting the best education will open doors for people to make contributions for Indonesia. This is the beginning, Bismillah," tulisnya.

Sudah diterima di tujuh universitas di Inggris, mana yang dipilih Ipda Mesya? Polwan yang bertugas di Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Unit Satreskrim Polresta Banjarmasin tersebut ternyata belum menetapkan untuk memilih salah satunya. Ia mengaku masih perlu mempertimbangkan dan berdoa. "Untuk univnya aku masih diskusi sama keluargaku sama istikharah," kata Mesya ketika dihubungi Wolipop.

(ami/ami)