Jadi Pemimpin Muda, Begini Cara Sylvia Gunawan Ubah Stigma Wanita Bekerja

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 14 Apr 2021 15:39 WIB
Sylvia Gunawan Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Bukan rahasia lagi jika masih ada persepsi negatif mengenai wanita bekerja dan berpendidikan tinggi. Dianggap tidak bisa mengutamakan tugas utama mereka untuk merawat keluarga, anggapan itu tentu bisa menghambat wanita dalam kariernya. Sylvia Gunawan yang merupakan seorang pemimpin di Traveloka pun mengungkap opini dan sarannya kepada sesama dan perusahaan untuk mendobrak stigma tersebut.

Sylvia merupakan seorang pemimpin wanita di Traveloka yang juga telah menyelesaikan studi S3 di usia 26 tahun. Kepada Wolipop, ia berbagi mengenai perjalanan kariernya selama bekerja sebagai VP Revenue & Growth Traveloka Xperience. Mengaku selalu mendapat dukungan atas prestasi dan perkembangannya, Sylvia mengetahui bahwa sayangnya tak semua wanita merasakan hal yang sama.

Wanita 33 itu mengaku melihat adanya persepsi atau stigma bahwa wanita harus mahir melakukan tugas rumah tangga. Padahal menurutnya bekerja dan berpendidikan tinggi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari membangun keluarga. Ia pun menilai jika dukungan dari perusahaan dan orang sekitar sangat berpengaruh terutama untuk mendorong wanita mencapai posisi tinggi.

"Salah satu cara mendorong wanita di leadership level adalah berperan lebih aktif dalam menyampaikan ide dan berkontribusi positif terhadap perusahaan. Kebijakan dan budaya perusahaan juga jadi hal penting untuk mendukung hal-hal tersebut. Persepsi wanita bekerja dan berkarier tinggi tapi tidak bisa membangun keluarga yang baik bisa dipatahkan dengan manajemen waktu yang lebih baik," ujarnya saat diwawancara secara virtual.

Menurutnya, tantangan terbesar wanita dalam mengembangkan kariernya saat ini adalah melawan stigma dan persepsi dari masyarakat itu sendiri. Karenanya selain menguatkan hati, penting juga untuk mengelilingi diri dengan lingkungan yang mendukung.

"Dari segi tantangan, cenderung ke persepsi dan stigma yang tadi bahwa wanita lebih baik mengurus keluarga, tidak penting berkarier, dan berpendidikan tinggi jadi wanita kurang percaya diri atau menyuarakan ide, kontribusi positif, dan ragu menggali potensi yang mereka bisa lakukan. At the end of the day pastikan kita mengelilingi diri kita sendiri dengan keluarga, rekan kerja, dan perusahaan yang baik supaya mendukung kita tumbuh dan menggali potensi," tambah pemilik nama lengkap Sylvia Tanto Gunawan itu.

Selain sudah menjadi pemimpin di usia muda, Sylvia juga mengejar pendidikannya hingga meraih gelar doktor saat berumur 26. Ia mengaku memang suka belajar dan termotivasi orangtua untuk meneruskan studi. Meski datang dari kota kecil, wanita tersebut giat dalam menempuh pendidikan hingga mendapatkan beasiswa di Australia. Sylvia kuliah S1 di University of Melbourne jurusan Teknik Kimia & Biomolekuler dan mendapat tawaran beasiswa S3 di jurusan Materials Science and Nanomedicine.

"Saya beruntung memiliki lingkungan yang walaupun keluarga saya datang dari kota kecil, Cianjur, saya berusaha mencari pendidikan yang tinggi lagi. Waktu itu saya lanjutin SMA di Bandung lalu dapat kesempatan kuliah S1 di Melbourne. Setelah itu, saya menyadari bahwa problem solving adalah sesuatu yang saya suka lalu dapat kesempatan ditawari beasiswa untuk S3. Menurut saya, terbukti keunggulan itu menjadi kunci yang membuka kesempatan untuk berkarier dan berkeluarga," ujarnya.

Terakhir wanita yang hobi menikmati seni dan berolahraga untuk melepas penat ini pun menyampaikan apa yang dicita-citakannya terkait karier. "Next-nya yang saya cita-citakan adalah Traveloka bisa menjadi perusahaan teknologi terdepan yang membawa nama Indonesia ke taraf global," kata wanita kelahiran Cianjur, 20 Juni 1989 tersebut.

(ami/ami)