Trader Wanita Termuda di Usia 22 Ungkap Rasanya Bekerja di Bursa Saham

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 11 Mar 2021 08:00 WIB
Lauren Simmons Foto: Instagram @lasimmons
Jakarta -

Lauren Simmons mencetak sejarah sebagai trader wanita termuda di Bursa Efek New York. Wanita Amerika tersebut sukses menembus bidang yang didominasi pria itu di usia 22. Tak hanya itu, Lauren juga merupakan wanita kulit hitam kedua yang pernah mencapai posisi tersebut. Sebagai trader yang pernah jadi wanita satu-satunya di NYSE dan datang dari kaum minoritas, Lauren kerap membagi kisah inspiratifnya.

Lauren bisa dibilang adalah sebuah kisah langka di Wall Street. Wanita tersebut bahkan tidak punya latar belakang ekonomi sampai suatu saat ia terpikir untuk beralih ke bursa saham New York. Lauren pun beberapa kali membuat perekrut mengernyitkan dahi karena tidak berasal dari kampus bergengsi atau punya koneksi untuk bekerja di dunia yang sulit ditembus tersebut.

Singkat cerita setelah melalui berbagai networking ia bertemu dengan Richard Rosenblatt, CEO dari Rosenblatt Securities. Setelah merasa cocok dari segi kualifikasi, Lauren diterima di sana setelah melewati ujian di mana ia harus belajar sebulan penuh sampai tidak pernah bicara dengan orang. Dedikasinya pun membuahkan hasil.

[Gambas:Instagram]



"Menjadi trader, kamu harus membuat keputusan dalam hitungan mikrodetik. Jadi aku pikir baginya, bahkan bagiku, pilihan untuk melantai di bursa saham langsung masuk akal," katanya dilansir Black EOE Journal.

"Perjalananku adalah kekuatan networking. Aku pindah ke New York dengan gelar genetik aku ingin melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda dan ber-network seperti orang gila," ujarnya. "Akhirnya menjadi trader ekuitas adalah sesuatu yang memilihku. Sebuah pekerjaan yang ditawarkan dan aku bilang iya. Dan sesimpel keputusan yang kebanyakan orang tidak berkata ya pada peran-peran yang mereka tidak terlatik atau belajar," tambah Lauren.

Trader merupakan seseorang yang terlibat dalam transaksi jual beli aset keuangan di pasar keuangan. Lauren sendiri bekerja sebagai equity trader yang artinya ia berpartisipasi dalam hal membeli dan menjual saham perusahaan. Lauren pun menuturkan rasanya menjadi trader ekuitas di Bursa Saham New York yang tidak bisa dibilang mudah.

[Gambas:Instagram]



"Bekerja di pasar saham di mana semua klienku adalah pria kulit putih, aku merasa ada tanggung jawab untuk maju dan benar-benar memastikan lebih banyak orang yang diikutkan dalam meja dan lebih banyak orang menjadi bagian dari percakapan," katanya.

Dianggap sulit bagi banyak orang, Lauren juga mengungkap hal yang menurutnya asyik dari profesi trader. "Statistik adalah bahasa universal dan melalui ilmu di kampus mengenai genetik dan bahkan menggunakan statistik di SMA ketika aku belajar program teknik arsitektural, aku jatuh cinta dengan angka. Bisa menginterpretasikan data untuk menyampaikan informasi itu kepada klien adalah profesi yang mengasyikan," katanya.

Kini wanita 26 tahun tersebut telah meninggalkan profesi trader dan bursa saham dan memilih untuk menginspirasi lebih banyak orang sebagai pembicara. Ia juga merupakan pakar dalam finansial di kalangan wanita dan anak muda bahkan terjun sebagai produser dan pembawa acara.

(ami/ami)