Minta Prokes COVID-19 di Supermarket Lebih Ketat, Karyawan Ini Malah Dipecat

Hestianingsih - wolipop Rabu, 03 Mar 2021 11:25 WIB
Supermarket Ini Bayar Pegawainya yang Mau Divaksin Covid-19 Ilustrasi supermarket. Foto: Getty Images
Jakarta -

Seorang karyawan supermarket mengaku dipecat karena meminta perusahaan meningkatkan keamanan terkait COVID-19. Mantan karyawan tersebut mengungkapkan kekecewaannya di Twitter yang kemudian jadi viral.

Pada Jumat (27/2/2021), pengguna Twitter dengan nama Ben Bonnema mencuit bahwa dirinya baru saja dipecat dari supermarket ternama Trader Joe's di New York City, karena mengajukan penambahan protokol kesehatan. Surat pengajuan itu ditujukan untuk CEO perusahaan agar lebih memerhatikan keamanan staf yang bekerja di lapangan.

Dalam surat tersebut, Ben menyertakan hasil studi yang menyatakan bahayanya penularan virus Corona lewat aerosol, atau percikan berukuran mikro yang bisa terhirup lewat udara saat berada di ruang tertutup tanpa ventilasi. Dia juga menceritakan pengalamannya menghadapi konsumen yang melanggar prokes COVID-19.

"Saya belum lama ini dibentak dan dikata-katai oleh seorang pelanggan yang tidak mau pakai masker menutupi hidung, meskipun sudah memintanya melakukannya. Tapi dia diperbolehkan menyelesaikan belanja dan pergi," tulis Ben, seperti dikutip dari Buzzfeed.

Ben pun berharap Trader Joe's bisa memfasilitasi kebutuhan staf dengan menambah filtrasi dan sirkulasi udara. Dirinya juga meminta perusahaan memonitor kadar karbon dioksida di dalam supermarket sekaligus menerapkan kebijakan untuk melarang konsumen yang masuk tanpa memakai masker.

[Gambas:Instagram]



Perusahaan diharapkan memperbolehkan staf mengusir pelanggan yang tidak pakai masker atau tidak mengenakan masker dengan benar. Menurutnya kebijakan itu baru bisa dilaksanakan jika sudah mendapat persetujuan dari CEO.

"Kami bertaruh nyawa setiap hari dengan masuk kerja. Mohon dukung kami dengan menerapkan kebijakan tersebut," ujarnya.

Namun surat tersebut berujung pemecatan Ben dari Trader Joe's. Lewat unggahan Twitter, dia menyatakan bahwa dirinya baru saja dipecat karena tidak memiliki nilai-nilai yang diterapkan perusahaan.

"Trader Joe's baru saja memecat saya karena mengirimkan surat ini ke CEO, bilang bahwa saya tidak mempunyai nilai yang sama yang dijunjung perusahaan. Saya rasa mendukung tempat kerja yang lebih aman tidak sesuai dengan nilai perusahaan?" cuitnya.

Juru bicara Trader Joe's memberikan tanggapannya. Kenya Friend-Daniel menyangkal klaim Ben bahwa dia dipecat karena surat tersebut. Tapi lebih kepada masalah lain terkait perilakunya terhadap konsumen.

"Tidak ada yang lebih penting di Trader Joe's dari memastikan keamanan para staf dan konsumen. Saran dari staf yang bersangkutan sudah diperhatikan dan didiskusikan. Pemimpin toko swalayan ini memberhentikan staf tersebut karena perlakuannya yang tidak sopan kepada pelanggan," jelasnya.

Tidak terima dipecat, Ben menuntut perusahaan dengan melaporkannya ke National Labor Relations Board, badan pengawas hak buruh. Pengacara Ben, Benjamin Dictor, menyatakan bahwa kliennya tidak memiliki catatan buruk selama bekerja di Trader Joe's.

(hst/hst)