Kisah Wanita Jadi Perias Mayat Gratis, Sering Dapat Bisikan dari Jenazah

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 23 Feb 2021 13:47 WIB
Foto: Instagram @gloriaelsa_hutasoit Foto: Instagram @gloriaelsa_hutasoit

"Maraton Kebaikan adalah konsep yang saya bikin dengan suami saya untuk mengumpulkan makeup kadaluarsa dan meneruskan kembali sebagai alat perang semua perias jenazah di Indonesia merias jenazah yang ada di gereja-gereja di desa, di lereng gunung," katanya.

Meski mendedikasikan hidupnya untuk menolong tanpa bayaran tentu Gloria dan keluarga juga butuh pemasukan. Untuk membiayai hidup, ia mengaku berjualan berbagai macam hal.

[Gambas:Instagram]



"Dari awal saya menjadi perias jenazah saya memang sudah memutuskan untuk gratis. Pemasukan saya adalah orang yang mau bekerja apa saja, jualan apa saja. Kebetulan saat-saat ini saya jualan bawang, ngebreed ikan cupang juga, jualan ikan cupang, lalu saya juga merias orang yang bukan jenazah jadi berbayar. apa saja sih, saya lakukan. Ngamen juga, apapun itu," ucap Gloria.

Meski sudah melakukan banyak kegiatan amal namun Gloria masih merasa belum cukup. Salah satu impiannya yang belum terwujud adalah untuk punya rumah duka yang full service tapi gratis. Ia pun berharap jika gerakan Maraton Kebaikan bisa berjalan bahkan tanpa inisiasi darinya.

"Saya mau pesan hidup itu adalah kesempatan berbuat baik dan berbuat baik itu tidak boleh menunggu, harus dilakukan sekarang. Berbuat baik itu bukan soal kehebohan berapa yang kita kasih tapi seberapa ikhlas kita memberi," ungkap perias jenazah gratis itu.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(ami/ami)