Kisah Inspiratif 3 Pengusaha Wanita Menang Modal Usaha di Tengah Pandemi

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 26 Jan 2021 19:30 WIB
foto wanita Asia sedang memegang buku Foto: Thinkstock
Jakarta -

Semakin banyak orang yang mencoba beralih ke wirausaha selama pandemi Corona. Masa sulit ini pun tidak menghalangi semangat mereka untuk mengembangkan bisnis. Demi mendorong perekonomian negeri sekaligus membantu para pemula untuk membuat gebrakannya sendiri, program Diplomat Success Challenge (DSC) XI diselenggarakan. Kompetisi itu pun telah memilih tiga orang pengusaha yang ide bisnisnya dinilai paling baik yang semuanya adalah wanita.

Diplomat Success Challenge sendiri merupakan program kompetisi wirausaha yang diinisiasi oleh Wismilak Foundation selama 11 tahun. Mengusung tema #BikinGebrakan, ajang yang memberi hibah modal usaha total Rp 2 miliar tersebut berharap bisa mendukung ekosistem wirausaha Indonesia terlebih di tengah situasi pandemi. Tahun ini, program yang dimulai pada 14 Agustus lalu tersebut kebanjiran proposal yang jumlahnya mencapai 15 ribuan dan didominasi oleh para pemula usaha berusia 20 sampai 25 tahun dari berbagai latar belakang bisnis.

DSC baru saja mengumumkan tiga wanita yang berhak memenangkan hibahan modal usaha. Mereka berhasil dipilih karena dinilai punya tiga kualifikasi yakni piawai, paham, dan persona dalam menyampaikan ide bisnis. Setelah melewati berbagai masa seleksi, mentoring, inkubasi, hingga market challenge, Arlin Chondro, Lidya Angelina Rinaldi, dan Anisa Azizah terpilih mendapatkan masing-masing Rp 300 juta.

Salah satu pemenang utama yang juga mendapatkan predikat 'best of the best' adalah Arlin Chondro dari Peek Me Naturals. Brand yang menyediakan minyak esensial dan aromaterapi dari bahan alami ini dikatakan terinspirasi anaknya yang menderita asma. Dari situ, ia ingin menyediakan 'natural remedy' dari bahan-bahan alami dengan harapan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan preventif.

Menerima dana hibah modal usaha, Arlin mengaku akan menggunakannya untuk membeli alat produksi sesuai persyaratan BPOM dan keperluan sales dan marketing. "Marketing dan sales ditingkatkan lagi untuk menjangkau masyarakat Indonesia yang lebih luas lagi," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Selasa, (26/1/2021).

Diplomat Success ChallengeDiplomat Success Challenge Foto: YouTube

Selain Arlin, pebisnis wanita lain yang juga menang dalam kompetisi bisnis ini adalah Lidya Angelina Rinaldi. Wanita yang membangun La Dame in Vanilla ini berfokus pada pengolahan vanila yang berawal dari minatnya membuat kue. Ketika itu, Arlin sempat kesulitan mendapatkan vanila karena biasanya dijual dalam bentuk artificial atau perlu diimpor. Padahal Indonesia sendiri adalah pengekspor vanila terbesar di dunia.

Sejak itu lah, ia mengajak petani untuk mengembangkan produksi vanila. Dan selama masa pandemi ini, Lidya berusaha menyemangati mereka. "Selama pandemi kami lebih fokus pada bonding karena penting untuk bonding dengan mitra petani kami, sekadar silaturahmi untuk make sure bahwa meski pandemi kita bisa membuat mereka punya semangat. Kami juga melakukan bonding kepada customer dengan sharing resep, kelas baking online untuk menjaga loyalitas," katanya.

Wanita terakhir yang menjadi pemenang Diplomat Success Challenge 2021 adalah Anisa Azizah. Bersama dengan timnya di Tech Prom Lab, bisnisnya berfokus pada inovasi material bangunan yang bata berpori yang bisa meresap air sehingga mengurangi risiko banjir. Mereka pun menggunakan limbah batu bata sebagai bahan baku dan berkolaborasi dengan para produsen lokal sehingga semakin ramah lingkungan.

Berharap bisa berkontribusi pada pembangunan Indonesia dengan bahan berkelanjutan, Anisa mengaku mendapatkan banyak ilmu dan masukan berarti dari program DSC. Terlebih sebenarnya Anisa dan tim adalah orang-orang yang terdampak selama pandemi.

"Sektor kami termasuk yang terdampak jadi saat awal pandemi kami hold dan bikin strategi hemat dan mengencangkan ikat pinggang terutama untuk bisnis development dan memprioritaskan ulang yang esensial agar tetap lakukan. Sedangkan untuk eksternalnya, kami tahu kami tidak sendiri karena itu kami seek help dan masuk ini adalah strategi saya untuk mengembangkan opportunity yang ada," tuturnya.

(ami/ami)