Liputan Khusus

Pramugari Cantik Bangkit Pascakena Dampak Pandemi, Kini Jual Baju Batik Anak

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 27 Des 2020 18:00 WIB
Risa. Foto: dok. pribadi Risa. Foto: dok. pribadi

Bangkit dengan Mencoba Bisnis Selama Pandemi

Risa tak ingin menyerah pada kehidupan. Pada saat dia juga kehilangan pekerjaan sebagai instruktur pramugari dan suaminya bisnisnya terpuruk, Risa mencoba berjualan. Wanita yang lahir di Semarang ini mencari sampingan dengan menjual kain batik.

"Jenis batik printing yang hanya bekisar Rp 70.000 - Rp 150.000, saya kreasikan menjadi hampers lebaran. Alhamdulillaah mendapatkan keuntungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kami," kenangnya penuh syukur.

Selain berbisnis batik printing, Risa mengikuti bisnis MLM skincare. Hal itu berawal dari dia mencoba sendiri produk skincare tersebut dan melihat peluang yang cukup menarik.

"Saya belajar dari pengalaman pandemi ini bahwa kita tidak boleh bergantung pada satu hal, untuk itu apapun yang bisa saya lakukan, ya saya lakukan," ujarnya.

Risa Kurniawati yang dulunya pramugari dan jadi instruktur pramugari yang terkena dampak COVID-19Risa Kurniawati yang dulunya pramugari dan jadi instruktur pramugari yang terkena dampak COVID-19 Foto: dok. pribadi

Risa mengatakan keadaan lah yang membuatnya bangkit. Melihat suami yang sedang kesulitan membuat Risa ingin melakukan sesuatu yang dia bisa untuk keluarganya.

"Saya ingat kata ibu saya 'Perempuan itu tidak harus bekerja, tapi harus serba bisa.' Bisa di kala susah, bisa dikala senang, bisa bangkit, bisa melakukan hal-hal yang besar, bisa berkontribusi bagi keluarga. Tekad kuat saya dan melihat anak serta suami menjadi kekuatan untuk bangkit," tegasnya.

Nasib yang sama pun menimpa adik iparnya. Setelah sama-sama terbuka dan ternyata memiliki satu visi, keduanya memutuskan untuk membiat bisnis baju anak asli Yogyakarta.

"Kami ingin memiliki usaha yang tidak perlu menyita waktu dan tidak harus bermodal besar, kalau tidak laku minimal terpakai. Dari situ lah kami menentukan bisnis ini, baju anak lokal asli Yogyakarta," tambahnya.

Risa Kurniawati yang dulunya pramugari dan jadi instruktur pramugari yang terkena dampak COVID-19Risa Kurniawati yang dulunya pramugari dan jadi instruktur pramugari yang terkena dampak COVID-19 Foto: dok. pribadi

Memberdayakan Penjahit Batik yang Terdampak Corona

Dalam menjalankan usaha barunya yakni memproduksi baju batik untuk anak, Risa bekerjasama dengan para penjahit di Yogyakarta. Dia melihat banyak penjahit pabrik yang terkena dampak Corona dan kena PHK.

"Kami bekerjasama dengan penjahit batik yang terdampak, penjahit pabrik yang terpaksa di PHK. Sehingga kami memiliki tim yang terbukti mahir tanpa perlu kita modal besar untuk produksi dan itu juga menjadi jalan kami untuk sama-sama memutarkan roda perekonomian UMKM Yogyakarta," papar Risa.

Produk baju anak yang Risa dan adik iparnya jual, dipasarkan melalui Instagram @shai.kidswear. Sedangkan khusus hampers anak dia menjualnya melalui Instagram @shai.hampers.

"Kami menjual baju anak lokal dengan model Up to date. Baju usia 0-5 tahun dengan tone warna yang bisa digunakan untuk semua jenis warna kulit. Karena kami mengusung warna earth tone, tentunya dengan harga jauh lebih murah dibandingkan brand-brand yang sudah booming namun dengan kualitas yang sama," tutur Risa yang juga memasarkan baju batik anak buatannya melalui ecommerce.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(gaf/eny)
DRooftalk
×
Lebaran Dilarang Mudik
Lebaran Dilarang Mudik Selengkapnya