Tahanan di Texas Diberi Upah Rendah untuk Bantu Urus Jenazah COVID-19

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 24 Nov 2020 12:45 WIB
Ratusan ribu kasus COVID-19 di Italia membuat tenaga kesehatan khususnya para dokter dan perawat harus bekerja ekstra guna menyelamatkan nyawa warganya. Beginilah potret kesehariannya.

AP Photo/Domenico Stinellis Foto: BBC World
Jakarta -

Pandemi Corona membuat para staf medis kewalahan. Tak cukup hanya dokter dan perawat, diperlukan pula pekerja untuk mengurus jenazah COVID-19. Apalagi penanganannya juga tidak bisa sembarangan. Untuk mengakali kekurangan tenaga, di Texas, Amerika Serikat bahkan para tahanan dipekerjakan untuk mengangkut jasad pasien Corona,

Virus Corona masih memakan banyak korban di Amerika Serikat. Banyaknya pasien dan jenazah membuat para tahanan sampai turun tangan untuk membantu pemerintah dan tenaga medis di El Paso, Texas. Telah dikonfirmasi bahwa mereka memang didampingi oleh tim medis El Paso untuk bertugas memindahkan jenazah. Tapi hal ini mendapat kritik dari masyarakat karena para tahanan dibayar sedikit.

Dilaporkan In The Know bahwa sejumlah tahanan dengan tindak kejahatan ringan di El Paso dipekerjakan untuk memindahkan jenazah. Dalam video yang beredar, mereka memang terlihat memakai APD untuk melindungi diri dari virus menular tersebut. Tapi dikatakan jika para tahanan itu hanya mendapat upah $2 atau sekitar Rp 28 ribuan untuk satu jam kerja. Dianggap terlalu sedikit untuk sebuah tugas yang berbahaya, kegiatan tersebut jadi perbincangan.

Hal ini menjadi viral setelah mendapat perhatian dari Eric Feigl-Ding yang merupakan seorang epidemiologis dan ekonomis kesehatan. Dalam cuitannya, ia mengaku prihatin dengan daerah tersebut.



Pihak lembaga pemasyarakatan El Paso sendiri sudah angkat bicara mengenai hal itu. Meski tidak dijelaskan tugas para tahanan secara detail, dikatakan bahwa mereka hanya membantu para tenaga medis. Disebutkan pula jika pekerjaan tersebut bersifat voluntir.

"Hebat jika orang-orang ini turun dan bervoluntir untuk membantu komunitas yang butuh bantuan sekarang," kata Chris Acosta selaku direktur hubungan publik kantor kepala polisi daerah El Paso.

Di Amerika, para tahanan memang umum dipekerjakan meski tidak terkait dengan penjara. Tapi kondisi kerja yang tidak aman apalagi selama pandemi membuat publik khawatir karena hidup tahanan tersebut ada dalam risiko dan dianggap sebuah eksploitasi.

(ami/ami)