3 Masalah yang Bikin Anak Muda Galau Selama Pandemi Corona Menurut Psikolog

Vina Oktiani - wolipop Rabu, 28 Okt 2020 17:00 WIB
ilustrasi remaja sedih Ilustrasi Kaum Muda / Foto: iStock
Jakarta -

Pandemi Corona memiliki dampak yang signifikan bagi semua kalangan, termasuk kaum muda. Dengan adanya pandemi, tidak sedikit kegiatan-kegiatan yang terpaksa harus ditunda atau bahkan dibatalkan. Kehidupan pun sudah tak lagi sama seperti sebelumnya.

Hal tersebut tentu bisa menjadi sangat membingungkan bagi para kaum muda yang seharusnya produktif, kini jadi memiliki pergerakan yang terbatas. Salah seorang psikolog, Tara de Thouars dalam virtual Press Conference: Sunsilk Dorong Perempuan Indonesia Menjadi Pribadi yang #TakTerhentikan Dalam Meraih Mimpi pada Rabu (28/10/2020) mengungkapkan 3 hal yang menjadi permasalahan utama para kaum muda di tengah pandemi. Apa saja?

Acara virtual press conference sunsilkAcara virtual press conference sunsilk Foto: Sunsilk

1. Punya Keraguan dalam Diri

"Biasanya mereka sih udah tau maunya apa, mimpi apa yang mereka pengen, cita-citanya itu apa. Tapi karena terbatas ruang geraknya, mau nggak mau mereka jadi mempertanyakan ulang nih," jelas Tara.

Hal tersebut yang kemudian membuat seseorang jadi mempertanyakan kembali tujuan hidup dan cita-citanya serta mulai meragukan dirinya sendiri. Terutama karena pengaruh sosial media yang sangat kuat. Tak jarang selama di rumah banyak orang yang kemudian aktif di sosial media dan melihat orang-orang lain yang sudah lebih dulu berhasil. Hal itu tentunya bisa membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri dan meragukan mimpi serta kemampuannya.

2. Kehilangan Harapan

Seperti yang diungkapkan oleh Tara, pandemi saat ini membuat kondisi keuangan menjadi tidak stabil. Hal itu yang kemudian membuat seseorang kembali mempertanyakan mimpinya dan mulai bersikap pesimis.

"Membuat mereka pesimis dan bertanya-tanya,'kira-kira aku bisa nggak ya ngejar mimpi aku nih, jangan-jangan nggak mungkin nih dengan kondisi seperti sekarang'" jelas Tara.

3. Merasa Sendirian

Menurut Tara lingkungan sosial sangat penting, khususnya bagi remaja dan orang-orang yang masih muda. Peranan lingkungan sosial sangatlah besar untuk membuat seseorang bisa eksis dan bersosialisasi. Sementara dengan adanya pandemi Corona, hal itu tidak bisa lagi dilakukan dengan bebas seperti sedia kala.

"Lingkungan sosial tuh peranannya besar banget. Pertama untuk mereka bisa eksis, bersosialisasi, untuk mereka bisa mengaktualisasi diri dan mendapatkan sumber dukungan sosial. Nah dengan ruang gerak yang terbatas, mau nggak mau koneksi dengan orang lain jadi terbatas. Akhirnya mau nggak mau membuat mereka jadi merasa sendiri, nggak ada yang support, nggak produktif, merasa hidupnya sia-sia," jelas Tara.

Jika permasalahan-permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan baik, maka pada akhirnya seseorang akan merasa tidak puas dengan dirinya sendiri dan selalu merasa kurang. Hal itu yang kemudian bisa membuat orang tersebut menjadi tidak bahagia, pesimis akan masa depannya, meragukan dirinya sendiri, bahkan hingga kehilangan mimpi-mimpinya.

"Karena pada saat orang itu mengalami kecemasan dan kekhawatiran akan masa depan, mereka biasanya malah nggak mengambil langkah apapun loh. Mereka memilih untuk diam saja. Karena mau mengambil langkah kan khawatir nggak tercapai atau nggak sesuai yang diinginkan gimana," jelas Tara.

Oleh karena itu agar dapat terhindar dari permasalahan-permasalahan tersebut Tara menyarankan untuk memulai mimpi dari hal-hal yang kecil, seperti dengan meningkatkan rasa percaya diri. Selain itu jangan mendengarkan komentar-komentar negatif dari orang lain.

"Kalo menurut saya mimpi itu adalah milik kita loh, bukan milik orang lain. Yang tahu kenapa kita pengen mimpi itu, kenapa itu mimpi penting buat kita adalah diri kita sendiri. Jadi menurut saya bergerak pada apa yang menurut kita penting. Mungkin lingkungan lain bisa tidak setuju sama kita 'kayaknya kamu nggak mampu deh, kayaknya itu nggak cocok buat kamu'. Intinya mungkin nggak mensupport diri kita, tetapi kembali lagi yang bisa merasakan dan tahu mimpi adalah diri kita sendiri. Ini juga termasuk untuk tidak membandingkan mimpi kita dengan orang lain," jelas Tara.

(vio/vio)