7 Tips Memulai Bisnis Online Produk Kecantikan untuk Pemula

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 21 Okt 2020 08:05 WIB
Woman applying facial mask Foto: Thinkstock
Jakarta -

Belakangan banyak orang beralih berjualan online. Kamu yang suka dunia kecantikan mungkin terinspirasi untuk berbisnis produk kosmetik. Bisnis ini layak dipertimbangkan mengingat tren penjualan makeup dan skincare cenderung masih stabil selama pandemi. Founder 101red, Christina Lie, pun memberikan tips berbisnis online yang bisa diterapkan pemula untuk memulai usaha jual produk kecantikan.

Dalam workshop bisnis virtual Festival Ide Bisnis yang diadakan detikcom, Christina Lie membagikan ilmu dan pengalamannya mengenai bisnis online. Dalam paparannya pada Selasa, (20/10/2020), Christina mengatakan jika potensi produk kecantikan selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum terjun berbisnis produk skincare atau makeup.

1. Ketahui Problema Kulit
Sebelum terjun ke bisnis kecantikan, salah satu tips penting yang perlu diketahui adalah melakukan riset terhadap kebutuhan dan tentunya pasar. Kamu perlu tahu apa yang menjadi permasalahan kulit banyak orang dan bagaimana solusinya. Menurutnya, rata-rata orang Indonesia mencari perawatan kulit bebas jerawat dan mencerahkan. Christina Lie pun menyarankan agar calon pebisnis mencari sesuatu yang lebih spesifik agar bisa jadi 'ikan besar di kolam kecil'.

2. Mengenal Tren di 2020
Christina juga sempat membahas mengenai tren kecantikan di 2020 yang bisa menjadi inspirasi bisnis produk kecantikan. Menurutnya, tren wajah glowing di 2019 sudah tidak terlalu diminati setelah banyak wanita merasa kurang cocok dengan iklim Indonesia.

"Di 2019 tren glowing yang kesannya mengkilat makanya cushion laris tapi karena tidak sesuai dengan iklim di Indonesia jadi sekarang trennya glowing yang tidak kusam dan bebas jerawat. Industri makeup yang tadinya merilis produk untuk glowing mulai larinya ke natural finish, tahun ini skincare kulit sensitif tahun juga gencar," kata Christina.

3. Media Sosial
Bukan rahasia lagi jika media sosial memegang peranan penting dalam bisnis kecantikan. Christina pun mengatakan jika kebanyakan wanita melihat referensi kosmetik dari para influencer karena itu pasang endorsement patut diusahakan. Selain itu, wanita juga lebih senang belanja online karena berasumsi lebih murah. Sedangkan untuk pria, masih banyak dari mereka yang lebih percaya pendapat keluarga atau teman.

4. Perhatikan Usia
Salah satu tips bisnis online untuk produk kecantikan yang patut diperhatikan adalah target usia. Sesuaikan target usia produk yang dijual dengan di mana kamu memasarkan produk. Jika target yang dituju orang-orang berusia 36 tahun ke atas, disarankan untuk menggunakan Facebook dari pada Instagram.

5. Produk yang Diminati
Berdasarkan data, ada beberapa produk kecantikan yang selalu diminati pelanggan ketika membeli di situs belanja. Item-item itu adalah toner, essence, serum, dan clay mask. Hal ini juga jadi pertimbangan ketika meluncurkan atau menyediakan produk. "Kenapa selalu ada serum? Karena cewek males ribet, mereka berpikir dengan serum tidak perlu lagi toner, essence, dan lain-lain," tuturnya.

6. Manfaatkan Google Trend
Untuk mencari tahu apa yang pelanggan butuhkan, disarankan untuk membaca tren dari Google Trend. Dari sana, kamu mungkin bisa menemukan inspirasi berdasarkan data bukan asumsi. "Banyak orang berasumsi wanita tidak butuh lipstik saat pandemi. Tapi saat diriset grafik lipstik itu naik belakangan ini dibanding eyeliner atau maskara. Padahalnya secara logika orang akan pakai produk mata karena menggunakan masker,"

7. Kolaborasi dengan Influencer
Seperti yang sebelumnya disebutkan, wanita lebih percaya pada influencer dari pada teman atau keluarga untuk urusan kecantikan. Karena itu, bekerja sama dengan influencer baik dilakukan meski belum bisa meng-endorse mereka yang sudah sangat terkenal. Testimoni dari influencer bisa dijadikan tabungan untuk menarik pelanggan.

(ami/ami)