Punya Tangan 'Ganteng', Pria Ini Kantongi Penghasilan Rp 1,3 Miliar

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 14 Agu 2020 06:00 WIB
Ray Martell Moore Foto: Instagram @raymartell
Jakarta -

Ray Martell Moore adalah seorang model yang mungkin pernah kamu lihat dalam berbagai iklan. Penampilannya mungkin tidak familiar karena yang dijual Ray bukanlah wajah. Ray adalah pemilik tangan 'ganteng' yang sering dipekerjakan brand untuk jadi memegang produk dalam foto atau video. Meski model tangan tidak umum, profesi ini bisa menghasilkan miliaran rupiah per tahun.

Ray mulai jadi model tangan 10 tahun lalu. Tangannya yang dianggap ideal membawa pria tersebut mengantongi penghasilan hingga $75 ribu atau sekitar Rp 1,1 miliaran per tahun. Tak hanya bertugas untuk memegang handphone, jam tangan, atau makanan, Ray bahkan juga pernah menggantikan tangan Jay-Z dalam sebuah iklan.

Apa yang sebenarnya membuat tangan Ray terlihat bagus untuk dipasang dalam iklan? Ray sendiri berpendapat jika tangan dan jari-jarinya tampak ideal karena tidak terlalu besar atau kecil untuk memegang barang. Warna kulitnya juga dinilai netral sehingga bisa dengan mudah diedit jadi terang atau gelap sesuai dengan model utama atau kebutuhan.

[Gambas:Instagram]




Meski punya tangan yang sudah dianggap ideal, Ray tetap perlu merawat jari-jarinya. Tak cukup dengan pakai pelembap, Ray harus mengulaskan pelembap paling tidak 30 kali dalam sehari. Perawatan yang dilakukan Ray pun mungkin bisa jadi inspirasi kamu yang ingin tampilan tangan cantik dan awet muda.

"Kalau aku harus menghitung aku bisa mengulaskan pelembap 30 kali sehari. Aku menaruhnya di berbagai tempat di rumah untuk mengingatkan aku pakai pelembap. Ada orang yang pakai lotion atau oil, aku lebih suka pakai oil. Tubuh kita secara natural punya minyak jadi menggunakan minyak organik bagus menambahkan natural oil bagus untuk rejuvenasi dan hidrasi," ujarnya kepada Business Insider.

"Satu hal yang tidak boleh dilakukan sebagai model adalah cuci piring, paling tidak tanpa sarung tangan. Sabun atau detergen terlalu keras untuk kulit," kata Ray. "Satu kali aku pernah digigit kucing, akhirnya aku pakai concealer untuk memudarkan bekasnya," tambahnya.

[Gambas:Instagram]



Ray sendiri mengaku tidak menyangka jika tangannya bisa membawa banyak pekerjaan. Sebelum pandemi Corona, ia bisa mendapatkan dua sampai tiga panggilan dari brand dalam seminggu. Meski penghasilannya tidak menentu, Ray mengaku bangga dengan profesinya. "Aku terkejut karena tidak ada orang yang ingin jadi model tangan, itu hampir aneh tapi aku bangga. Aku melihatnya di mana-mana billboard, majalah, bus, di mana-mana," kata Ray.

Dibayar mahal, profesi sebagai model kadang tidak mudah karena ia harus memegang atau mengangkat benda dalam waktu lama dan di bawah penerangan. Agar tangannya kuat dan tidak berurat, Ray pun punya cara untuk menjaga tangan tetap cantik.

"Ketika istirahat, aku mengangkat tangan agar sirkulasi udara ke bawah jadi tanganku tidak tampak berurat. Tidak minum kopi selama syuting karena tangannya menjadi gemetar,"



Simak Video "Kreasi Jam Tangan Semen dari Pengrajin Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)