Viral #IAMVANESSAGUILLEN, Para Wanita Ungkap Pelecehan Seks Saat Jadi Tentara

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 09 Jul 2020 06:30 WIB
Vanessa Guillen Foto: Twitter @Ron_Nirenberg
Jakarta -

Mayat tentara Vanessa Guillen yang menghilang sejak dua bulan lalu baru saja ditemukan. Wanita 20 tahun itu dilaporkan dibunuh setelah mengaku kepada keluarganya bahwa ia dilecehkan secara seksual dan merasa tidak aman. Kasus ini pun mengungkap maraknya penyerangan seksual yang terjadi di lingkungan militer. Di media sosial, sejumlah wanita membuka pengalaman serupa mereka yang dialami selama menjalani tugas sebagai tentara.

Sebelum Vanessa Guillen menghilang, ia mengaku mengalami pelecehan di pangkalan militer yang menjadi markasnya. Saudara Vanessa, Lupe mengatakan jika Vanessa takut melapor meski sudah mengungkapkan masalah itu kepada teman, keluarga, dan tentara-tentara lain. Wanita berpangkat US Army Specialist tersebut merasa takut dibuang sehingga berusaha mengatasi masalahnya sendirian.

Tersangka utama Aaron Robinson yang juga Army Specialist dan sudah melakukan bunuh diri pun telah mengaku kepada pacarnya bahwa ia membunuh Guillen dengan palu yang dipukulkan ke kepala. Bersama pacarnya itu, Robinson lalu membawa mayat Guillen ke sebuah lokasi terpencil untuk dibuang.

Tidak pernah melaporkan dan mengungkap kasus ini secara terbuka, para wanita pun seolah mewakili Vanessa Guillen dalam postingan di Twitter. Dengan tanda pagar #IAMVANESSAGUILLEN, banyak mantan tentara wanita yang membeberkan tidak sedikit kasus pelecehan dan pemerkosaan yang terjadi di instalasi militer.

"Hal gila mengenai #IAMVANESSAGUILLEN adalah saat kamu mengklik tanda pagar itu, kamu akan terkejut dengan bagaimana cerita-cerita itu sama persis, terjadi di banyak instalasi militer yang berbeda. Atasan kami hanya membiarkannya terjadi," tulis @simply_jaanaae.

Mantan tentara dengan akun @renee_vincent mengungkap bahwa ia pernah diberi obat dan diculik sebelum diperkosa. Tapi pelakunya bisa dengan bebas melanjutkan karier sebagai tentara sedangkan ia dikeluarkan dengan alasan terkena penyakit seksual menular. Hal serupa juga diceritakan mantan tentara wanita lain.


Pelecehan seksual dan pemerkosaan di lingkungan tentara tampaknya sudah berlangsung sejak lama. Seorang wanita pun membagikan pengalaman ibunya di tahun 90an. Ia merasa sedih karena hal ini masih terjadi sampai sekarang. Sementara itu, mantan tentara lain merasa jika militer di Amerika Serikat telah menciptakan lingkungan yang melindungi para predator seksual.



Simak Video "Belajar dari 'Kimbab Family': Konten YouTube Positif Bareng Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)