Kisah Wanita yang Dulu Pengungsi, Kini Jadi Pemain Bola & Calon Dokter Bedah

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 07 Jul 2020 06:00 WIB
Nadia Nadim Foto: Instagram @nadi9nadim
Jakarta -

Nadia Nadim adalah wanita yang serba bisa. Mantan pesepakbola Manchester City yang kini bermain Paris Saint-Germainā£ ini tengah berlatih untuk jadi dokter bedah. Nadia pun punya latar belakang yang tak biasa. Wanita asal Afganistan itu pernah jadi pengungsi ketika melahirkan diri dari Taliban di usia 10 tahun. Nadia, ibu, dan empat saudaranya melewati perjalanan panjang sebelum mendapat suaka di Eropa.

Wanita 32 tahun tersebut menceritakan pengalamannya masa kecilnya sebagai pengungsi. Nadia mengatakan dulu ayahnya adalah jenderal Afganistan yang suatu hari tidak pulang ke rumah. Saat itu, Nadia dan keluarga pun tahu jika situasi tidak bagus. Tak lama kemudian mereka diberitahu jika ayah Nadia dibunuh. "Dan kami tahu kami harus melarikan diri," katanya pada Dailymail.

[Gambas:Instagram]



Ia dan keluarga lalu berencana untuk melarikan diri ke London karena punya saudara di sana. Pengalaman itu pun tak mudah bagi keluarga Nadia yang akhirnya memilih Denmark sebagai tujuan terakhir saat dipindahkan dari truk. "Melarikan diri adalah pengalaman yang buruk. Kami melarikan diri dengan truk dan itu sangat menakutkan dan kami terus merasa lapar sepanjang perjalanan ke Eropa,"

"Orang-orang Denmark sangat baik dengan keluargaku dan aku masih ingat polisi Denmark yang bertemu kami saat datang ke Denmark. Dia memberikanku pisang ketika aku kelaparan. Itu adalah gestur kecil yang sangat indah. Kadang-kadang yang kecil itu yang terkenang," ungkap Nadia.

Awalnya Nadia tinggal di tempat pengungsian sebelum akhirnya bisa pindah ke rumah. Ia lalu sekolah di sana dan harus belajar bahasa Denmark. Nadia juga dengan menguasai bahasa-bahasa lainnya. Wanita itu mengaku bisa 10 bahasa, yakni Denmark, Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman, Persia Dari, Urdu, Hindi, Arab, dan Latin.

[Gambas:Instagram]



Di Denmark, Nadia menemukan ketertarikannya dengan sepak bola setelah menonton pertandingan di luar tempat pengungsian. Setelahnya, ia menemukan bola bekas dan memainkannya dengan saudari-saudari. Ketika mendapatkan sepatu bola bekas, Nadia mulai bermain dengan tim sepak bola anak Denmark. Singkat cerita, di 2018 Nadia masuk tim Manchester City dan langsung mencetak gol di pertandingan pertama.

Nadia Nadim meninggalkan Manchester City dan pindah ke Paris Saint-Germain di mana ia menjadi kapten beberapa kali. Ia pun dipercaya sebagai salah satu pesepakbola wanita terbaik yang mengaku tidak bermain untuk uang. Uniknya lagi, Nadia tampaknya tidak puas dengan hanya jadi atlet dan kini sedang berlatih untuk jadi dokter bedah.

[Gambas:Instagram]



Meski masih aktif jadi pemain bola, wanita yang kuliah kedokteran satu semester di Aarhus University. Selain karena tiga saudari Nadia adalah dokter dan perawat, alasan lain ia ingin jadi dokter adalah untuk membantu pengungsi.

"Banyak orang kehilangan pekerja karena lockdown di seluruh dunia tapi pengungsi paling rapuh karena mereka tak punya apa-apa sejak awal. Mereka kini bahkan punya lebih sedikit, membuat kelangkaan makanan, keluarga yang stres lebih rentan kekerasan dan anak-anak dinikahkan terlalu muda karena keluarga tidak bisa membantu mereka," ujar Nadia.



Simak Video "Kenali Toxic Relationship, Apakah Hubungan Kamu Salah Satunya?"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)
dMentor
×
Ciptakan Mental Baja Dalam Berbisnis
Ciptakan Mental Baja Dalam Berbisnis Selengkapnya