Mengenal Low Touch Economy, Cara Brand Fashion Beradaptasi Pascapandemi

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 02 Jul 2020 12:45 WIB
Ilustrasi Belanja Foto: (Visit Sweden)
Jakarta -

Pandemi Corona mempengaruhi perekonomian dunia. Otomatis keinginan orang untuk membeli hal-hal yang kurang dibutuhkan jadi melemah, termasuk busana. Banyak brand mengalami kerugian hingga merumahkan para pekerjanya. Kini setelah kehidupan new normal dimulai, mereka pun bersiap untuk menarik kembali para pelanggan. Salah satunya adalah dengan menerapkan 'the low touch economy' yakni melayani dan menjual barang dengan minim sentuhan.

Meski mal dan toko-toko sudah mulai buka, tentu masih ada kekhawatiran akan penyebaran virus Corona. Terlebih angka kasus COVID-19 di Indonesia belum bisa dibilang rendah. Perekonomian pun harus mulai berjalan, termasuk untuk industri retail. Untuk memastikan konsumen dan staf tetap aman, brand-brand akan menggalakkan protokol kesehatan hingga mengubah kultur dalam melayani pelanggan.

"Kami memastikan bahwa staf yang bekerja harus sehat dan menjaga kebersihan, harus memakai tutup muka dan mulut, juga sarung tangan. Kami juga mengubah kultur dalam menyapa orang. Misalnya tidak bersalaman walaupun dia customer regular. Bagaimana caranya kita tetap menjaga customer service," ungkap Irawati selaku Vice President MAP Fashion dalam siaran webinar, Rabu, (2/7/2020).

Sebelum mal-mal dibuka, sebenarnya banyak orang tetap berbelanja namun melalui situs online. Kini setelah toko mulai beroperasi, tampaknya berbagai brand akan tetap menjalankan keduanya. Sebagai bentuk adaptasi industri fashion selama pandemi, penjualan online melalui situs, marketplace, dan asisten toko akan menjadi bagian dari 'low touch economy'.

"Belanja online memang lebih aman dan lancar. Tapi masih banyak orang yang senang pegang dan merasakan langsung produknya dengan datang ke toko. Jadi toko tetap penting. Pandemi memang mengubah banyak hal, kami sekarang mengikuti tren untuk fokus di online tapi juga menjalankan dua-duanya dengan prima," tutur Ira.

Selain dengan belanja online, beberapa brand eksklusif dibawa MAP Fashion juga menyediakan fasilitas untuk chat langsung kepada asisten toko dan pengantaran ke rumah. "Bisa personal chat (ke asisten toko), barang yang ada di katalog (situs online) pun tetap bisa dibeli," kata Ira.



Simak Video "Perceraian Meningkat saat Pandemi, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)