Kapten Wanita Arsenal Ungkap Digaji Rp 1 Juta & Pakai Baju Bekas Tim Pria

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 13 Jan 2020 18:12 WIB
Foto: Instagram @alexscott2
Jakarta - Mantan pesepakbola Alex Scott mengungkap fakta mengejutkan mengenai gajinya ketika menjadi kapten tim Arsenal. Meski pemain bola dikenal bisa berpenghasilan fantastis, ia mengaku hanya menerima £100 atau Rp 1,7 juta setiap pertandingan. Padahal rekannya yang bermain di tim pria ketika itu bisa mendapatkan ratusan miliar.

Alex Scott yang pernah mewakili Inggris di Olimpiade London 2012 mengungkap fakta mengejutkan mengenai ketimpangan antara pemain pria dan wanita. Saat aktif bertanding, ia mengaku jika Thierry Henry baru saja dibeli Arsenal dengan £11 juta atau sekitar Rp 196 miliaran. Sedangkan ia sendiri dibayar Rp 1,7 jutaan untuk satu pertandingan. Meski tahu adanya gap yang besar, ia mengaku tidak mempermasalahkannya ketika itu.

"Ketika itu aku tidak peduli berapa pemain pria dibayar lebih banyak. Aku hanya merasa bahagia berada di sana," ungkapnya kepada Stella Magazine.


[Gambas:Instagram]

Belakangan isu mengenai bayaran antara pesepakbola pria dan wanita menjadi perbincangan. Meski begitu, penghasilan pemain bola wanita sudah sangat meningkat dibanding sebelumnya. Beberapa pemain top dalam Liga Super Wanita dikatakan bisa menerima hingga £35,000 atau Rp 625 jutaan per tahun walau tetap saja masih kalah jauh dari pria.

Alex sendiri telah dikontrak oleh Arsenal sejak usia delapan tahun. Ketika itu, ia mengaku sering bermain dengan seragam dan sepatu bekas dari tim pria. Wanita 35 tahun itu bahkan juga pernah menghabiskan waktu di ruang laundry untuk mencuci baju pemain-pemain, seperti Ian Wrights.

Ia memutuskan untuk mundur dari dunia sepak bola pada 2017. Alex pun berkarier di dunia hiburan yang masih terkait sepak bola dengan mencari presenter bola. Sayangnya Alex yang kerap menerima komentar rasis hingga ancaman mati ketika menjalani profesi barunya ini.

[Gambas:Instagram]

"Aku punya semuanya, karena aku seorang wanita di televisi, karena aku wanita berkulit berwarna di televisi, yang juga aku punya, ancaman mati. Aku punya banyak. Tapi aku masih berdiri.
"Tahun lalu sangat keras. Penindasan yang aku dapatkan di media sosial hanya karena opiniku terhadap sepak bola. Itu terjadi berkepanjangan dan penindasannya semakin parah. Dan tiu yang dikhawatirkan ibuku. ketika itu lah aku itu mulai mengenaiku," kata Alex Scott dilansir Mirror.

Simak Video "Dampak Pandemi, Black Friday di Amerika Serikat Sepi"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)