Inspirasi dari 7 Millennial yang Terpilih Jadi Staf Khusus Jokowi

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 21 Nov 2019 19:42 WIB
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya

3. Andi Taufan Garuda Putra (32) - Founder dan CEO Amartha
Amartha Microfinance adalah lembaga keuangan mikro yang didirikan Andi Taufan di Bogor pada 2009. Ketika awal mendirikannya, lulusan Manajemen Bisnis ITB itu mengaku ingin membantu golongan menengah ke bawah di daerah Ciseeng agar terbebas dari rentenir selain tentunya berbisnis. Dengan modal tabungannya ia pun memulai dengan meminjamkan dana lunak kepada lima orang peminjam.

Andi yang awalnya pekerja kantoran sempat dianggap turun derajat karena itu. Namun niat dan kerja keras Andi akhirnya berbuah manis. Bermodal awal Rp 10 juta dan hanya memiliki 5 nasabah, sekarang nasabahnya mencapai ribuan kali lipat. Selain bisnis yang sukses, ia pun telah menerima berbagai pengharagan.
4. Ayu Kartika Dewi (36) - Pendiri Gerakan SabangMerauke
Inspirasi dari 7 Millennial yang Terpilih Jadi Staf Khusus JokoFoto: Andhika Prasetya/detikcom
Ayu Kartika Dewi yang mendirikan Gerakan SabangMerauke juga merupakan sosok yang menginspirasi. Gerakan itu sendiri bertujuan untuk mengajarkan anak-anak mengenai makna Bhinneka Tunggal Ika dengan pertukaran pelajar. Melalui program tersebut, wanita berhijab tersebut ingin menciptakan rasa toleransi yang kadang tak didapat dari pelajaran sekolah. Dengan tinggal di daerah lain dengan keluarga berlatar belakang berbeda, diharapkan anak Indonesia bisa merasakan dan memaknai perbedaan.

5. Gracia Billy Mambrasar (31) - Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
Inspirasi dari 7 Millennial yang Terpilih Jadi Staf Khusus JokoFoto: Rengga Sancaya
Kisah inspiratif juga datang dari Billy. Billy merupakan lulusan Oxford, Australian National University, dan Harvard yang sering mendapat beasiswa. Semangat dan kepintaran anak penjual kue dari Papua ini membawanya tak hanya bisa kuliah hingga ke luar negeri tapi juga mendirikan Yayasan Kitong Bisa dan menjadi Duta Pembangungan Berkelanjutan Indonesia.

Perjuangan Billy untuk seperti sekarang dan menjadi stafsus Jokowi pun tidak mudah. Billy yang memiliki ayah seorang guru dan ibu penjual kue di pasar dulu tidak memiliki listrik di rumah. Ia pun sering belajar dengan lilin dan lampu minyak. Billy yang ketika kecil sering membantu ibunya berjualan ini lalu berusaha untuk bisa berprestasi untuk mendapat beasiswa karena keterbatasannya. Pada 2017, ia ditunjuk sebagai utusan Indonesia untuk berbicara tentang isu pendidikan di Kantor PBB.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3