Tak Selalu Berprestasi, Pekerja Jago Promosi Diri Justru Sering Lebih Sukses

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 02 Mei 2019 07:38 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Setiap pekerja tentu ingin cepat naik jabatan dan penghasilan. Hal tersebut umumnya diusahakan dengan bekerja dan memberi kontribusi secara maksimal. Namun tak semua orang mendapatkan kesuksesan sepenuhnya karena prestasi. Menurut penelitian sebuah sekolah bisnis, ada sebagian pekerja yang mengandalkan kemampuan mereka untuk mempromosikan diri.

Para peneliti dari Ashridge at Hult International Business School mengidentifikasi satu tipe pekerja yang selalu berhasil terlihat sibuk dan sukses tapi sebenarnya tak melakukan hal berarti. Tipe pekerja itu pun ditemukan dari hasil studi mengenai produktivitas di tujuh sektor kerja yang berbeda.

Penelitian tersebut mengungkap tipe pekerja yang tampaknya selalu terlibat dalam banyak hal padahal realitanya tidak terlalu produktif. Orang tersebut biasa ditemukan aktif mempromosikan diri dalam banyak rapat atau percakapan tapi saat diperhatikan ia tak benar-benar berprestasi. Dan beruntungnya, tipe pekerja seperti itu dilihat oleh atasan dan ditunjuk untuk naik jabatan atau penghasilan hingga dapat bonus.

"Mereka diberi hadiah untuk perilaku disfungsional. Ini adalah gambaran yang cukup menyedihkan," kata peneliti senior Amy Armstrong dilansir BBC.

Tak hanya membuat kesal rekan kerja lain yang kurang jago mempromosikan diri, tipe pekerja itu juga bisa merugikan. Menurut Amy, orang seperti itu dapat merusak tim dan produktivitas. Amy pun berpendapat jika hal tersebut umumnya terjadi karena mereka ingin terlihat bagus di depan atasan.

Pekerja jago promosi diri sehingga terlihat pintar dan mampu terutama dalam meeting dikatakan justru lebih terlihat dari pada mereka yang benar-benar melakukan kerja. Tempat kerja yang mendukung orang-orang seperti itu pun cenderung menimbulkan nuansa negatif dalam kantor. Para pekerja justru bisa saling tidak percaya dan tidak kompak.

(ami/ami)