Salut, Bocah 13 Tahun Jadi Volunter untuk Memindahkan Jasad COVID-19

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 13 Agu 2021 17:00 WIB
Tun Lin Naing Foto: YouTube Radio Free Asia (RFA)
Jakarta -

Sebagian besar masyarakat dunia masih bergelut dengan penyebaran virus Corona. Banyaknya orang yang terpapar dan meninggal karena pandemi ini pun membuat paramedis kewalahan. Seorang remaja bernama Tun Lin Naing memutuskan untuk membantu pekerjaan mereka dengan menjadi volunter yang mengambil jasad para penderita COVID-19. Usianya baru 13 tahun.

Tun Lin Naing adalah siswa kelas 7 SMP asal Myanmar dan merupakan volunter termuda di Asosiasi Bantuan Pemakaman Metta Thingaha. Asosiasi itu berbasis di Yangon, kota terbesar di Myanmar yang padat penduduk. Awalnya Tun Lin Naing membantu untuk urusan administratif namun belakangan ikut turun tangan pula mengumpulkan dan memindahkan jasad untuk dikremasi.

Tun Lin NaingTun Lin Naing Foto: YouTube Radio Free Asia (RFA)

Remaja tersebut awalnya memang dikirim orangtuanya untuk membantu menjadi volunter selagi direkturnya berjanji akan membayarkan biaya pendidikan. Namun Tun Lin Naing sendiri terlihat berdedikasi dan tidak setengah hati dalam menjalankan pekerjaannya. Meski awalnya takut, kini ia sudah mahir dalam melakukan tugas yang mungkin tidak semua orang ingin berpartisipasi.

"Ketika aku membawa tubuh orang meninggal untuk pertama kalinya, aku takut, tapi sekarang aku sudah tidak takut karena sudah membawa banyak sekali," ungkapnya Radio Free Asia (RFA).

Tun Lin NaingTun Lin Naing Foto: YouTube Radio Free Asia (RFA)

Menurut pemimpin tim, Min Din, Tun Lin Naing adalah seorang pekerja keras meski usianya masih kecil. "Dia tidak takut dengan apapun dan sangat hati-hati ketika memakai APD dengan benar, bahkan lebih baik daripada kebanyakan orang dewasa. Kebanyakan volunter kami butuh istirahat dua atau tiga hari membawa mayat setelah lima hari berturut-turut. Tapi anak ini tidak pernah istirahat. Bahkan ketika angka kematian tertinggi, dia bekerja tanpa lelah," katanya.

Banyak orang mengagumi kerja keras remaja 13 tahun ini. Ia pun menjadi simbol harapan untuk masa depan yang lebih baik. "Dia punya jiwa kemanusiaan yang tinggi dan dia akan diberkati karena membantu orang lain," tambah Min Din.

(ami/ami)