Detoks Emosi Negatif, Cara Jitu Raih Hidup Sukses

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 14 Mar 2018 09:16 WIB
Foto: dok. Thinkstock Foto: dok. Thinkstock

Jakarta - Hampir semua orang bermimpi menjadi pribadi yang sukses. Namun, jalan menuju kesuksesan bisa terhadang bila pikiran penuh dengan beban hidup. Detoks emosi negatif bisa menjadi solusinya.

Sulit dimungkiri, hidup manusia memang tak pernah lepas dari berbagai masalah. Entah itu masalah finansial keluarga, relasi dengan pasangan, atau urusan di kantor, yang akhirnya membebani emosi dan pikiran.

Menurut Veronique Ficheux, seorang konsultan dan motivator dari Prancis, beban pikiran dan emosi itulah yang dapat memperlambat jalan Anda mencapai keberhasilan di segala aspek kehidupan. "Biasanya dalam bentuk ketakutan dan emosi. Semakin berat bebannya, jalan pun semakin melambat," kata Veronique saat ditemui Wolipop di Keraton At The Plaza, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Detoks Emosi Negatif, Cara Jitu Raih Hidup SuksesFoto: dok. Thinkstock


Selama hampir dua sepakan Veronique berada di Jakarta untuk mengadakan sesi secara eksklusif di Keraton At The Plaza. Sebagai seorang yang ahli dalam bidang 'coaching', perempuan yang bermukim di Bali itu membantu orang menghadapi berbagai permasalahan hidupnya.

Bukan solusi yang ia tawarkan melainkan mendetoks orang-orang dari emosi negatif. Dengan harapan, detoks membuat pikiran menjadi lebih jernih sehingga memberikan perspektif baru dalam mengungkap solusi dari permasalahan tersebut. "Anda dapat membiarkannya permasalahan tersebut menguasai Anda, atau sebagai titik mula untuk menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus memotivasi orang banyak," ujar Veronique.

Selama hampir 18 tahun, Veronique bergelut di dunia 'coaching'. Semuanya bermula saat kehidupannya mencapai pada titik jenuh. Ia mulai merasa tak puas profesinya sebagai ahli finansial di Hong Kong. Kehidupan pribadinya pun tak sesuai dengan ekspetasi.

Singkat cerita, Veronique tanpa disengaja mengikuti sebuah sesi 'coaching' yang mengembalikan motivasi dan semangat hidupnya. Terinspirasi oleh motivator ternama Tony Robbins, ibu satu anak ini pun menseriusi bidang tersebut sebagai profesi barunya. "Senang rasanya bisa membantu orang. Seperti merapikan benang-benang yang kusut menjadi rapi kembali," katanya.



(dtg/kik)