Misi Desainer Tas Indomie Nindy Mengenalkan Produk Lokal Lewat Gaya Kekinian

Hestianingsih - wolipop Jumat, 03 Nov 2017 15:42 WIB
Foto: Instagram/kealivelaughlove Foto: Instagram/kealivelaughlove

Jakarta - Tas Indomie Goreng yang viral dipakai penyanyi Nindy Ayunda, lebih dikenal netizen dengan nama Tas Indomie Nindy. Tapi tahukah Anda dari mana Nindy bisa menemukan tas unik dengan desain agak 'nyeleneh' yang sempat jadi perbincangan di internet maupun pencinta fashion?

Semua itu berawal dari sang stylist Erich Al Amin yang ingin memberikan sentuhan edgy pada busana Nindy yang terlalu polos dan simpel. Dari pencarian di Instagram, Erich pun menemukan tas unik bergambar Indomie Goreng tersebut.

Tas Indomie Goreng yang viral itu merupakan koleksi dari brand aksesori lokal, Kea. Mariko Tampi Budiman, desainer di balik brand tersebut bercerita, awal dirinya mendirikan label fashion sebenarnya datang dari keisengan.

Misi Desainer Tas Indomie Nindy Mengenalkan Produk Lokal Lewat Gaya KekinianFoto: Instagram

Mariko yang sehari-harinya bekerja di bidang finance accounting kerap menjadikan aktivitas kerajinan tangan seperti merajut dan jahit menjahit sebagai hobi dan pelepas stres. Tas-tas kreasinya pun hanya dibuat untuk orang-orang terdekat.

"Awalnya needle work hanya hobi, iseng-iseng saya buat untuk teman dan keluarga. Karena sekarang ini cari barang unik dan berkualitas susah," ungkap Mariko saat berbincang dengan Wolipop melalui telepon, Kamis (2/11/2017).
Misi Desainer Tas Indomie Nindy Mengenalkan Produk Lokal Lewat Gaya KekinianFoto: Instagram/kealivelaughlove

Tiga tahun mengreasikan aksesori hanya untuk orang-orang yang dikenalnya saja, tak dinyana permintaan tas buatan Mariko semakin bertambah. Tas rancangan Mariko memang kaya detail dan khas dengan warna-warna bold sehingga menjadikannya unik. Tak heran jika mendatangkan cukup banyak peminat yang biasanya memesan produknya lewat Instagram.

"Kreasi saya range-nya luas sekali dari bunga-bunga sampai binatang. Tapi saya juga ingin membuat brand ini agar unik dan trendi," kata Mariko.
Misi Desainer Tas Indomie Nindy Mengenalkan Produk Lokal Lewat Gaya KekinianFoto: Instagram/kealivelaughlove

Maka tercetuslah ide untuk membuat juga tas dengan inspirasi produk-produk yang sudah cukup dikenal di Indonesia. Selain tas Indomie Goreng, Mariko juga pernah membuat tas berbentuk Panadol, Tolak Angin, Taro hingga Nutella.

Tidak semata-mata agar tas buatannya dilirik konsumen karena keunikannya. Alasan Mariko membuat tas berbentuk makanan hingga obat-obatan ini juga untuk mendekatkan kaum muda pada produk hasil kerajinan tangan lokal. Menurutnya selera anak muda cenderung suka dengan segala sesuatu yang unik dan kekinian.
Misi Desainer Tas Indomie Nindy Mengenalkan Produk Lokal Lewat Gaya KekinianFoto: Instagram/kealivelaughlove

"Kebetulan ibu saya anggota Dekranas di bawah naungan Iriana Jokowi dan Mufidah Kalla. Misi kami sejalan yakni memajukan handicraft jadi produk bermutu dan berkualitas internasional tapi tetap mengikuti perkembangan zaman. Jadi koleksi saya ada yang cocok dipadukan dengan kebaya untuk acara formal, tapi saya juga mau sesuatu yang lebih ikonik. Contohnya Indomie yang lebih sesuai dengan selera anak muda," jelas wanita yang juga senang bergelut dengan angka-angka ini.

Kini bisnis fashion lebih serius Mariko jalankan di samping kesibukannya sebagai pekerja kantoran. Dari mengembangkan brand Kea seorang diri, kini Mariko telah mempekerjakan 20 pengrajin yang rata-rata adalah ibu rumah tangga.
Misi Desainer Tas Indomie Nindy Mengenalkan Produk Lokal Lewat Gaya KekinianFoto: Instagram/kealivelaughlove

Meskipun pemesanan tas cukup banyak berdatangan, Mariko tetap membatasi jumlah produksinya. Sebab semua produknya dikerjakan secara handmade sehingga perlu waktu untuk menyelesaikannya.

"Karena handmade, ada barang yang pembuatannya mencapai 80 jam. Meskipun sudah ada pengrajin tetap saya yang membuat desain, memilih benang dan warna, dan saya juga masih menjahit," tutur lulusan Georgetown University ini.
Misi Desainer Tas Indomie Nindy Mengenalkan Produk Lokal Lewat Gaya KekinianFoto: Instagram/kealivelaughlove

Selain memasarkan produknya lewat social media, Mariko juga memperkenalkan koleksi brand Kea dengan membuka pop-up store di beberapa tempat. Langkahnya yang memberdayakan dan membuka lapangan pekerjaan bagi wanita lewat bisnis fashion pun mendapatkan penghargaan dari Galeries Lafayette sebagai 16 Wanita yang menginspirasi untuk membawa semangat Indonesia menuju masa depan lebih baik. (hst/hst)