Serba-serbi CV

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelamar Kerja Saat Membuat CV

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 09 Sep 2016 11:02 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Tidak sedikit pelamar kerja yang gagal mendapatkan kesempatan wawancara. Hal tersebut bisa saja terjadi karena CV atau curriculum vitae yang dibuatnya tidak menarik atensi perekrut sehingga enggan memanggil pelamar untuk wawancara. Lantas apa saja kesalahan yang sering dilakukan pelamar ketika membuat CV?

1. Format Penulisan Berantakan
Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Citizen Service (NCS), para perekrut menghabiskan waktu rata-rata hanya 8.8 detik untuk melihat setiap CV yang diterimanya sehingga Anda hanya mempunyai waktu singkat untuk membuat kesan pertama. Maka dari itu, sangat penting untuk membuat CV yang jelas dan tidak berantakan agar perekrut bisa melihat CV secara singkat.

Dituturkan oleh direktur HRD Procter and Gamble (P&G) kawasan Eropa Utara, Helen Tucker, hindari format penulisan yang rumit dan berhati-hatilah dalam menggunakan jenis font atau ukuran font. "CV yang Anda tulis tidak semuanya bisa diterima oleh perusahaan yang dituju. Semua yang Anda tulis di sana harus disesuaikan dengan perusahaan dan posisi yang Anda lamar. Itu akan lebih mudah untuk perekrut melihat CV Anda," tutur Helen seperti dikutip dari Prospects.

2. Kurang Teliti
Ditambahkan oleh Peter Fox, penasihat karier di Durham University, sebelum memasukkan CV ke perusahaan, berikan waktu sejenak untuk meneliti kembali tulisan yang telah Anda buat. "Tulisan yang berantakan dan tidak teratur penulisannya adalah karakteristik yang tidak boleh dalam menulis CV. Jangan takut untuk menghapus pengalaman yang tidak sesuai dengan posisi yang Anda lamar," katanya.

3. Penyataan Tidak Lengkap
Helen mengatakan adalah hal yang mudah untuk membuat pernyataan tentang keahlian yang Anda miliki. Namun hanya menulis keahlian tanpa disertai penjelasan bisa jadi kesalahan yang fatal.

"Semua bisa bilang 'saya memiliki keahlian kepemimpinan'. Tapi lebih baik jelaskanlah dari mana Anda mendapatkan keahlian tersebut sehingga membuat pernyataan Anda lebih bisa dipercaya," jelas wanita yang berpengalaman di bidang personalia sejak 23 tahun lalu.

4. Tidak Ada Penjelasan Rinci
Perekrut ingin tahu apa rencana Anda di dunia karier dengan pengalaman dan keahlian yang Anda miliki. Maka dari itu penting untuk menjelaskan secara singkat tentang keahlian yang dimiliki dalam CV. Misalnya, menjelaskan tentang kegiatan non akademis yang membuktikan bahwa Anda memiliki perhatian dan tanggung jawab dalam pengalaman yang dipunyai. Hal ini juga menjadi cara baik untuk menunjukkan personaliti yang bisa membantu Anda untuk lebih menonjol dibandingkan kandidat lainnya.

5. Salah Ejaan
Kesalahan dalam penulisan atau typo, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris seringkali ditemui dalam CV pelamar. Kesalahan tersebut menunjukkan bahwa Anda kurang detail dalam hal-hal kecil. Peter mengatakan sebaiknya periksa kembali semuanya, termasuk informasi yang menurut Anda sangat tidak mungkin salah, seperti nomor telepon atau e-mail. Baca kembali CV Anda atau minta orang lain untuk memeriksa setiap kalimat.

Cara terbaik untuk menghindari risiko tersebut adalah jangan terburu-buru dalam menulis CV. 'Di dalam dunia pekerjaan yang sangat kompetitif ini, kesalahan penulisan atau typo sulit untuk ditoleransi. Hindari penolakan itu dengan memeriksa kembali CV berulang-ulang," tutup Peter.


(itn/itn)