Wanita Muda Indonesia Mendunia

Archangela Chelsea, Makeup Artist Sukses Hollywood yang Tetap Cinta Indonesia

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 19 Agu 2016 08:51 WIB
Foto: Dok. Archangela Chelsea
Jakarta - Menjadi seorang makeup artist adalah sebuah profesi yang kini mulai banyak ditekuni para wanita Indonesia. Hal itulah yang juga dilakukan oleh Archangela Chelsea Yusuf, wanita 23 tahun asal Surabaya yang berprofesi sebagai penata rias. Kiprahnya tidak hanya di Indonesia, namun ia juga telah melebarkan sayap hingga ke Amerika Serikat sebagai makeup artist para selebriti Hollywood.

Kepada Wolipop, wanita yang biasa disapa Chelsea itu bercerita bahwa ia mulai tertarik dengan dunia tata rias sejak usianya 15 tahun. Saat itu ia terdaftar sebagai salah satu murid di sebuah sekolah tata rias dan mulai meniti karier selama dua tahun di Indonesia hingga akhirnya ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan sekolahnya ke Los Angeles, Amerika Serikat.

"Awalnya maunya sekolah. Tapi aku orangnya kurang suka belajar dan sejak umur 15 tahun sukanya makeup. Jadi aku ke Los Angeles untuk sekolah sekalian iseng-iseng cari kerjaan aku hubungi setiap fotografer untuk kerjasama," cerita Chelsea saat dihubungi Wolipop, Senin (15/8/2016).

Ia teringat bagaimana dirinya pertama kali mendapat pekerjaan untuk merias. Setiap harinya, wanita kelahiran 14 September 1993 itu membuat daftar dari setiap fotografer majalah maupun iklan komersial dan mengirimkan email portofolionya kepada mereka. Hampir 100 email dikirimkannya setiap hari, namun tidak satupun yang membalasnya.

Hal tersebut berlangsung selama hampir tiga tahun hingga suatu saat, ada email balasan dari seorang fotografer yang mengajaknya melakukan pemotretan secara mendadak untuk seorang aktor. Chelsea pun langsung menyanggupinya tanpa ragu-ragu dan keesokan harinya ia langsung mendandani aktor Charlie Weber.

"Aku ingat waktu itu hari libur nasional jadi nggak ada yang bisa kerja padahal mereka perlu banget makeup artist. Sepertinya fotografer itu lihat emailku terus dia panggil untuk grooming Charlie Weber. Ternyata dia senang dengan hasil makeup-ku dan aku kenalan dengan managernya sampai akhirnya dia selalu aku dandani. Dari sanalah aku banyak direkomendasikan dan banyak pekerjaan," lanjut wanita yang hobi menggambar itu.

Sejak saat itu ia banyak merias para selebriti Hollywood, termasuk presenter Jeannie Mai, Sammi Sanchez, Jordan Fisher, dan beberapa fashion blogger ternama seperti Chriselle Lim serta Eugene Grey. Tak hanya itu saja, ia juga dipercaya sebagai makeup artist untuk America's Next Top Model dan fashion show Lanvin di Los Angeles.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu merasa senang sekaligus bangga bisa merias wajah para selebriti itu karena selama ini ia hanya melihatnya dari televisi. Ia juga dipercaya sebagai makeup artist untuk pemotretan majalah-majalah besar seperti Glamour, Vogue, dan GQ.

Setelah lima tahun lebih tinggal di Amerika Serikat, wanita lulusan Fashion Institute of Design and Merchandising Los Angeles itu memutuskan untuk kembali ke Indonesia, meskipun ia sudah mendapatkan karier yang cemerlang di Hollywood. Alasannya, ia merasa Indonesia adalah rumahnya dan berniat kembali untuk memajukan industri kecantikan di Indonesia.

"Banyak yang tanya kenapa aku pulang ke Indonesia karena bagaimanapun Indonesia adalah rumahku. Nggak selamanya aku tinggal di Amerika. Aku rasa sudah cukup aku dapat pengalaman di sana dan saatnya aku balik untuk berkarya di Indonesia dan memajukan beauty industry di sini," ungkap Chelsea.

Saat ini Chelsea cukup banyak menerima tawaran merias para selebriti Indonesia, seperti Andien, Luna Maya, dan Sarwendah serta beberapa majalah untuk pemotretan. Beruntungnya, ia memiliki orangtua yang sangat mendukungnya sehingga kariernya tetap berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.

"Aku mau merintis karier di Indonesia lagi dan orangtua mendukung apa yang aku pilih, karena mereka juga lebih suka aku kerja di Indonesia. Selama lima setengah tahun aku di sana, keliling-kelililng diwawancarai majalah dan televisi, satu-satunya orang Indonesia pula, jadi sudah cukuplah. Aku mau balik ke Indonesia saja," ringkasnya sebelum mengakhiri perbincangan. (int/hst)