Kisah Puri Natasande, Sukses Bisnis Sesuai Passion dengan Modal Rp 1,5 Juta

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 22 Jun 2016 17:47 WIB
Foto: Rahmi Anjani
Jakarta - Memilih untuk berkarier sesuai dengan passion memang tidak selalu mudah. Hal tersebut juga yang dirasakan Martha Puri Natasande saat memulai brand Idekuhandmade. Wanita yang akrab disapa Puri tersebut memutuskan keluar dari perusahaan untuk fokus membuat barang-barang handmade seperti tas, sarung bantal, hingga aksesori home decor.

Mendirikan usaha sesuai dengan minat menurutnya memang susah. Namun segala tantangan dan kesulitan masih bisa dihadapi asalkan ada kemauan dan rajin mengeksplor bidang yang digeluti.

Tak sia-sia, keputusan keluar perusahaan lalu membangun usaha sendiri yang dianggap Puri cukup nekad itu membuahkan hasil. Hanya dengan modal Rp 1,5 juta saat awal usaha, ia sudah bisa balik modal dan bisa dibilang cukup untung sejak bulan pertama.

Hal itu memang tak mengherankan mengingat barang-barang Puri yang unik dan punya sentuhan personal dibanding brand-brand serupa. Menurutnya, ciri khas desain kartun kekanak-kanakkan dan penuh warna yang membuat koleksinya laris dicari orang.

"Aku dari dulu memang suka bikin barang yang berhubungan dengan gambar. Sepupu suruh aku jual, akhirnya aku ajak ibu rumah tangga sekitar untuk produksinya. Aku gambar, mereka lanjut menjahit atau mewarnai. Semuanya handmade, kecuali untuk (souvenir) kawinan," ungkap Puri saat mengisi acara Women 2.0: Wanita dan Teknologi yang diadakan Google, di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (21/6/2016).

Puri memang memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumah produksinya sebagai para pegawainya. Hal tersebut dilakukan agar mereka bisa punya penghasilan tambahan namun tetap dapat mengurus keluarga. Meski kerap menemukan tantangan saat berhadapan dengan para pekerja, Puri mengatakan jika komunikasi masih bisa jadi jalan keluarnya.

Selain masalah pekerja, wanita lulusan Interstudi jurusan Desain Grafis tersebut juga kerap kesulitan dengan pengaturan waktu. Sebagai wirausahawati yang punya bisnis rumahan, Puri mengaku jika disiplin dengan diri sendiri adalah tantangan terbesarnya.

"Kalau masalah dengan customer masih bisa aku hadapi, tapi biasanya masalah dengan diri sendiri, bagaimana kontrol diri sendiri. Kalau kita punya bos mungkin akan lebih mudah disiplin. Makanya aku ngontrak sebuah rumah di Cilandak sebagai tempat produksi bukan rumah sendiri," kata wanita yang mendirikan Idekuhandmade sejak 2008 itu.

Cukup sukses membuat dan memasarkan barang-barangnya, ternyata banyak pihak yang tertarik menaruh modal. "Banyak yang bertanya kenapa nggak bikin gede, orang banyak yang mau kasih modal. Sebenarnya aku bukan nggak mau berkembang tapi kalau ujung-ujungnya aku harus kerja untuk dia, untuk apa aku keluar kerjaan. Filosofi aku memang mengejar happiness. Kalau happy, nggak bohong pasti duit mengikuti," ungkap Puri yang mengaku mendapat omzet puluhan juta per bulan itu.

Barang-barang Idekuhandmade dijual mulai dari Rp 35 ribu untuk goodie bag hingga Rp 75 ribu untuk goodie bag beserta isinya. Selain membuat kerajinan buatan tangan, Puri juga kerap memenuhi undangan sebagai pembicara workshop bahkan dengan beberapa merek ternama. (ami/eny)