Curhat JLaw Mengenai Kesenjangan Gaji Antara Pria & Wanita di Hollywood

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 15 Okt 2015 18:18 WIB
Dok. Getty Images
Jakarta -

Meski semakin banyak wanita yang bisa mencapai posisi tinggi dalam perusahaan, secara umum mereka masih menghadapi kesenjangan penghasilan dengan pria. Tingkat pendidikan dan pilihan profesi pun dianggap menjadi penyebab pendapatan wanita lebih rendah dibanding rekan pria mereka.

Kesenjangan penghasilan antara aktor pria dan wanita juga terjadi di Hollywood. Masalah itu bahkan pernah disampaikan Patricia Arquette ketika menerima piala Oscar sebagai pemeran utama terbaik tahun ini.

"Untuk setiap wanita yang melahirkan, untuk setiap pembayar pajak dan warga di negara ini, kami berjuang untuk hak setiap orang. Ini waktu kita untuk mendapatkan persamaan dalam penghasilan dan hak-hak yang sama untuk wanita di Amerika Serikat," ungkap pemain film Boyhood dalam pidato kemenangannya Febuari lalu.

Isu yang menjadi topik hangat awal tahun tersebut mencuat pasca bocornya email perusahaan Sony. Email itu menyatakan jika kompensasi Charlize Theron lebih kecil dibanding lawan mainnya, Chris Hemsworth di film The Huntsman. Berkat kejadian ini, aktris asal Afrika Selatan tersebut berhasil mendapat penghasilan yang setara dengan Chris.

Hal serupa dikabarkan juga terjadi pada Jennifer Lawrence dan Amy Adams. Sejumlah media mengatakan jika keduanya hanya menerima keuntungan yang lebih kecil yakni sebanyak 7% di film American Hustle. Sementara lawan main pria mereka, seperti Bradley Cooper serta Christian Bale mendapatkan bonus sebesar 9%.

Masalah itu membuat Jennifer marah dengan diri sendiri dan merasa gagal sebagai negosiator. Dilansir situs Time, aktris 25 tahun tersebut memang tidak menuntut keuntungan yang lebih tinggi karena tidak membutuhkan. Wanita yang akrab disapa JLaw itu pun tidak ingin memberi kesan menyulitkan serta manja yang membuat staff film kurang menyukainya. Hal tersebut disampaikannya dalam koran digital milik aktris Lena Dunham, Lenny yang terbit bulan ini.

Dalam kasus ini, Jeniffer tidak menyalahkan siapa-siapa selain dirinya sendiri. Ia mengaku bertanggung jawab karena tidak cukup peduli untuk memperjuangkan diri ketika negosiasi penghasilan. "Aku sudah lelah mencoba bersikap manis dalam menyatakan opiniku dan menjadi disukai. Aku tidak berpikir aku pernah bekerja dengan seorang pria yang menghabiskan waktu berpikir agar suaranya didengar. Dia pasti didengar," kata Jennifer.

Jeniffer juga mengaku kecewa dengan sikap pria yang seolah-olah terintimidasi ketika wanita menyampaikan opininya. Menurutnya wanita sering dianggap menyinggung atau menakuti lelaki ketika mengutarakan pikiran. Ia pun pernah mengalami kejadian serupa.

"Aku merasa terkejut (dengan reaksi pria) karena aku tidak mengatakan sesuatu yang pribadi, menyinggung, atau salah. Aku mendengar dan melihat setiap hari bahwa pria mengutarakan opini mereka, dan aku memberi opiniku dengan cara yang sama, dan Anda berpikir aku mengatakan sesuatu yang menyinggung." cerita peraih Oscar dalam film Silver Linings Playbook itu.

(ami/ami)