Liputan Khusus Jadi Pengusaha Kue

Wynda dan Medina, Duo Ibu Muda di Balik Kue-kue Lezat Cupcakes Company

- wolipop Jumat, 24 Jan 2014 12:14 WIB
Dok. Cupcakes Company Dok. Cupcakes Company

Jakarta - Persahabatan yang terjalin sejak SMP, membuahkan hasil manis untuk Wynda Mardio dan Medina Aprilia. Selain tetap berteman akrab, Wynda dan Medina kini juga menjadi partner bisnis. Keduanya merupakan dua ibu muda yang berada di balik kue-kue lezat Cupcakes Company.

Dalam wawancara melalui email kepada Wolipop, Wynda menceritakan awal berdirinya toko kue online Cupcakes Company. Bisnis makanan bagi ibu satu anak ini bukanlah hal baru. Sebelumnya ibu satu anak ini sudah lebih dulu sukses membuka restoran Steak Hotel by Holycow.

Bagaimana cerita Wynda, dari yang sudak sibuk mengelola Steak Hotel by Holycow kini juga berbisnis cupcakes, berikut ini wawancara Wolipop dengan mantan pekerja media itu:

Wolipop (W): Bisa diceritakan awal mula berdirinya Cupcakes Company?
Wynda Mardio (WM): Di Cupcakes Company ini, saya berpartner dengan sahabat saya sejak SMP, Medina Aprilia. Pada waktu itu Medina baru berhenti kerja karena ingin fokus mengurus anak, dan untuk menghilangkan kebosanan di rumah, dia mulai rajin baking cake, dessert, dan lain-lain. Saat dia bikin cupcake, dia cobakan ke saya dan ternyata hasilnya enak. Sebenarnya saya kurang suka dengan makanan manis apalagi cupcake, tapi setelah coba bikinan Medina, ternyata enak banget dan saya saranin untuk bisnis aja, dia malah minta saya yang urus, karena dia belum punya pengalaman, sementara saat itu saya sudah buka Steak Hotel by Holycow! dari situ kami setuju untuk berpartner.

W: Bagaimana modal awal untuk memulai bisnis ini?
WM: Modal awalnya tidak terlalu besar, karena konsepnya adalah online shopping dan waktu awal mulai kita juga masih pakai peralatan milik kita sendiri yang sudah ada. Setelah jalan beberapa bulan, baru kita menambah modal untuk beli peralatan baru dan bikin website profesional.

W: Kesulitan saat baru memulai bisnis apa saja?
WM: Kesulitan pasti selalu ada, tapi kalau saya melihat kesulitan itu sebagai challenge yang harus dilewati dan bukan dihindari. Jadi kalau ketemu kesulitan harus langsung dicari solusinya dan nggak dibiarkan berlarut-larut.

W: Dan setelah bisnis itu berjalan, kesulitan yang ditemui apa saja?
WM: Mulai dari masalah kesulitan bahan baku (karena 60% bahan baku yg kita pakai adalah bahan impor), masalah SDM yang tidak konsisten, tapi alhamdulillah semua bisa dilalui. Kita pernah loh di saat order menggunung, karyawan justru pada resign. Ya akhirnya kita berdua deh baking banyak banget cupcakes dan mengurus pengirimannya sendiri, ribet tapi seru :)

W: Dalam sebulan berapa cupcakes yang diproduksi?
WM: Dalam sebulan kalau sedang peak season seperti Lebaran dan Natal kita bisa produksi sampai 50.000 cupcakes dan masih ditambah desserts lainnya. Kalau average 10-25 ribuan cupcakes.

W: Cupcakes Company didirikan berdua. Dalam bisnis bersama ini apakah pernah ditemui friksi, kalau iya bagaimana menyikapinya? Dan apa menyenangkannya ketika membangun bisnis bersama teman?
WM: Menurut saya, saya beruntung sekali bisa bisnis dengan sahabat sendiri. Selisih pasti ada, enaknya karena sudah tau sama tau jadi kami tau banget gimana harus menangani kalau yg satu lagi panas atau bete atau sebel. Jadi alhamdulillah, selama ini semua masalah bisa diatasin dan kita tetap kompak

W: Apa rencana ke depan dari Cupcakes Company?
Karena banyaknya permintaan, InsyaAllah di tahun ini kami akan buka store pertama, toko online akan tetap dipertahankan dan berjalan beriringan. Doain ya :)

W: Menurut Wynda, apa hal terpenting yang harus dimiliki saat ingin memulai suatu bisnis, khususnya bisnis penjualan kue seperti cupcakes?
WM: Yang paling penting kalau mau bisnis adalah mulai dulu. Percuma kalo cuma wacana terus tapi gak diwujudkan. Mulai dulu dan fight terus, jangan gampang menyerah :)




(eny/fer)