Liputan Khusus

70% Karyawan yang Dekat dengan Atasan Bekerja Lebih Optimal

- wolipop Selasa, 24 Jul 2012 13:34 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Setiap orang tentunya ingin bekerja dengan orang yang ramah dan kooperatif. Hal ini membuktikan bahwa orang akan bekerja lebih baik ketika mereka memiliki suasana yang ramah di tempat kerja.

Para karyawan juga akan didorong untuk bekerja lebih keras ketika mereka memiliki hubungan yang baik layaknya seperti teman dengan atasan mereka. Lantas, apakah hubungan antara bos dengan karyawannya yang terlalu dekat dan sudah seperti teman sendiri bisa berdampak buruk?

Menurut Career Coach Rene Suhardono saat diwawancara Wolipop via telepon, Senin (23/07/2012), "Saya tidak pernah melihat ada permasalahan. Hubungan kerja itu bisa diterapkan dalam suasana apapun. Sekitar 70 persen orang bekerja yang memiliki hubungan yang baik antara atasan dengan bawahan, memberikan dampak yang baik bagi pekerjaan mereka."

Adanya batasan dari supervisor atau bos justru bisa mempengaruhi tingkat kenyamanan karyawan. Dengan kebebasan untuk bekerja secara independen di bawah instruksi yang tepat, lingkungan kerja akan lebih ideal.

Sedangkan lingkungan kantor yang ideal tersebut harus mendorong ide-ide baru. Adanya fleksibilitas dapat menambah hasil yang lebih baik bagi suatu organisasi. Para karyawan juga harus didorong untuk kreatif dan dihargai oleh atasannya karena mereka telah memberikan ide-ide baru.

Namun, bukan berarti perusahaan yang menerapkan peraturan yang sangat ketat dan terpimpin selalu gagal meraih apa yang ingin dicapai. Rene memberi contoh salah satu perusahaan teknologi ternama di dunia.

"Apple misalnya. Apple itu perusahaan yang sangat terkendali dan terpimpin. Kreativitasnya sangat terpimpin. Tapi buktinya mereka bisa menjadi perusahaan yang pengaruhnya baik. Artinya mereka bisa bekerja dengan baik. Jadi bukan berarti karena hanya hubungan baik saja yang harus diterapkan," jelas Rene yang juga penulis buku 'Your Job is Not Your Career'.

Pada dasarnya dengan adanya lingkungan yang ramah, kantor yang tadinya dianggap membosankan pun bisa menjadi tempat yang lebih menyenangkan, meskipun harus bekerja lebih dari delapan jam per harinya. Bukan sekadar hubungan atasan dengan bawahan saja yang perlu terbina dengan baik untuk menciptakan suasana kantor yang nyaman. Tetapi tersedianya fasilitas yang mendukung juga bisa membuat karyawan betah di kantor.

Salah satu perusahaan IT terbesar asal Amerika Serikat, Google, memberikan fasilitas yang tidak biasa seperti adanya kantin yang mewah, fasilitas bermain seperti Playstation, billiard, dan lain sebagainya. Hal ini ditujukan agar karyawan mereka bisa bekerja dengan serius tapi tetap menyenangkan dan santai.

Fasilitas seperti ini tidak hanya bisa diterapkan di kantor-kantor tertentu seperti media online atau perusahaan yang bergerak di bidang Advertising. Tapi juga bisa diterapkan di semua jenis perusahaan.

"Sebenarnya penyediaan fasilitas lengkap dan mewah itu berlaku di semua bidang, di semua profesi. Aturan mainnya saja yang perlu diperjelas. Bukan berarti orang finance yang benar-benar membutuhkan konsentrasi penuh tidak bisa bekerja dengan asyik. Jadi kalau menurut saya, semua bisa diterapkan di seluruh kantor," tutup ayah dari empat orang anak itu.

(hst/rma)