Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Verificator

Kisah Pilu MUA Kena Tipu QRIS Saat Pertama Kali Dapat Job, Uang Ludes

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Senin, 20 Jul 2026 07:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Beautiful woman face. Perfect makeup. Skincare foundation. Sponge makeup artist
Foto: Thinkstock
Probolinggo -

Sebuah unggahan di media sosial viral setelah seorang penata rias atau Make Up Artist (MUA) pemilik akun Instagram @izzahnabilaa membagikan pengalaman pahitnya menjadi korban penipuan.

Niat hati ingin melayani pelanggan yang hendak memesan jasa rias rambut (hairdo), korban justru harus gigit jari setelah saldo rekeningnya terkuras habis akibat modus penipuan berbasis QRIS. Insiden ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku usaha agar lebih waspada terhadap manipulasi transaksi digital.

Kejadian bermula saat seorang calon pelanggan yang mengaku bernama Selia Argaretha menghubungi korban untuk memesan jasa hairdo untuk acara akad nikah di Probolinggo. Saat memasuki proses pembayaran, pelaku berdalih menggunakan kartu kredit/debit dan meminta korban untuk mengirimkan foto kode QRIS bank miliknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Gambas:Instagram]

ADVERTISEMENT

Tanpa disadari, korban justru mengirimkan kode QRIS Bayar, yang tertera peringatan larangan untuk membagikannya ke orang lain, alih-alih QRIS Terima Uang. Kesalahan fatal tersebut dimanfaatkan pelaku untuk menyedot dana dari rekening korban, di mana dalam bukti mutasi yang diunggah, tampak transaksi senilai Rp 1.000.000 berhasil digondol penipu dengan keterangan "Bank BRI - IPHONE SERVIS".

Melalui keterangan unggahannya, pemilik akun @izzahnabilaa mengaku baru mengetahui bahwa terdapat dua jenis fungsi QRIS yang berbeda. Ia pun meminta warganet untuk memberikan semangat alih-alih terus menghujani kolom komentarnya dengan nasihat karena sudah cukup menerima banyak teguran dari orang tuanya.

MUA ini juga membeberkan bahwa pelaku diduga merupakan penipu ulung yang sudah sering memakan korban dari kalangan MUA dan hairdo profesional di wilayah Probolinggo, bahkan menyebarkan nomor WhatsApp pelaku (0896-7330-5364) untuk meningkatkan kewaspadaan sesama rekan seprofesi.

Unggahan tersebut sudah ditonton lebih dari 2 juta kali di Instagram dan mendapatkan banjir komentar dari warganet.

"Kak padahal kan itu ada tulisan diatas QR nya "jangan bagikan ke siapapun, ya" 😭😭😭," ujar pengguna Instagram @nfllhptrshb__.

"Ya Allah semoga rezekinya diganti berkali lipat, semangat kak," ucap akun @haku_haku_kyun.

"Aku doakan kembali berkali2 lipattt ya kak dalam bentuk rejeki uang dan kesehatan 🥺💞🫶🏻," timpal akun @imeldadhea21.


Konfirmasi Wolipop

Saat dikonfirmasi oleh Wolipop, korban yang diketahui bernama lengkap Izzah Rofiatun Nabila (22 tahun) membagikan kisah di balik video viral tersebut. Wanita asal Probolinggo yang akrab disapa Izzah ini mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi pada 13 Mei 2026. Nahasnya, pesanan tersebut merupakan pengalaman pertamanya menerima pekerjaan secara mandiri.

"Jadi video itu adalah first time saya ambil job hairdo, tapi ternyata kena tipu. Kemudian saya buat video macam itu untuk awareness," ungkap Izzah kepada Wolipop.

Izzah tak menampik bahwa perasaannya sempat campur aduk saat peristiwa itu terjadi. Ia yang awalnya gembira karena mendapatkan pelanggan pertamanya, seketika berubah menjadi pilu setelah menyadari uang di tabungannya telah raib.

"Reaksi saya awalnya senang dapat orderan yang eksekusinya gampang, tapi after tuh sedih karena duit saya hilang Rp 1 Juta," tuturnya.

Unggahan curhatannya di media sosial pun langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Meski banyak yang menyudutkan dan menyalahkannya karena kurang teliti dalam memahami fitur QRIS, Izzah memilih untuk berlapang dada dan menjadikannya pelajaran berharga untuk masa depan.

"Pas saya bagikan video ini, banyak yang pro-kontra, bilang saya salah dan sebagainya. It's okay nggak papa, it will pass, anggap saja pengalaman agar saya lebih aware," tambahnya dengan tegar.

Melalui pengalaman pahitnya ini, Izzah juga menitipkan pesan penting bagi para pelaku usaha digital lainnya agar tidak mengalami nasib serupa di kemudian hari. Ia mengingatkan bahwa modus kejahatan siber akan terus berkembang.

"Pesan saya tetaplah hati-hati, karena akan ada banyak modus-modus penipuan baru yang lebih canggih, jadi kita tidak boleh lengah. Kalau pun sudah terlanjur kena scam, anggap saja sedekah, habis itu fokus lagi cari duit," pungkas Izzah optimis.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads