Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Kisah Calon Pengantin Koma karena Malpraktik, Bangun Sebelum Nikah

Vina Oktiani - wolipop
Rabu, 06 Mei 2026 11:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi pengantin dan pernikahan
Foto: Getty Images/iStockphoto/angel_nt
Jakarta -

Seorang calon pengantin asal Taian, Provinsi Shandong, China, bernama Wang Ranran (24), mengalami kejadian tragis yang mengubah hidupnya hanya karena pengobatan flu biasa. Melansir SCMP, Wang diketahui telah menjalin hubungan selama enam tahun dengan tunangannya, Zhang Xirui. Keduanya bahkan sudah resmi mendaftarkan pernikahan mereka pada akhir tahun lalu dan mempersiapkan segala keperluan untuk hari bahagia yang dijadwalkan berlangsung pada 25 April.

Namun, kebahagiaan itu berubah drastis pada Januari lalu. Saat mengalami sakit tenggorokan ringan, Wang mengira dirinya hanya terkena flu biasa. Ia pun bersama Zhang memutuskan untuk berobat ke sebuah klinik kecil bernama Daiyue Jin Medical Hall yang berada tak jauh dari tempat tinggal mereka. Klinik tersebut dikenal memiliki reputasi yang cukup baik di lingkungan sekitar, sehingga mereka tidak menaruh kecurigaan.

Setibanya di sana, Wang diperiksa oleh dua orang yang bertugas. Tanpa pemeriksaan mendalam, salah satu dari mereka langsung memberikan resep obat sekaligus menyuntikkan cairan ke tubuh Wang. Yang mengejutkan, tidak ada satu pun pertanyaan mengenai riwayat alergi obat, bahkan tes kulit yang biasanya dilakukan sebelum pemberian suntikan pun diabaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa menit setelah suntikan diberikan, kondisi Wang tiba-tiba memburuk. Ia mulai merasakan mati rasa di lidahnya, kemudian muntah, dan kesulitan bernapas. Situasinya dengan cepat menjadi kritis. Zhang yang panik segera meminta bantuan dan memanggil ambulans. Namun sebelum bantuan datang, Wang sudah lebih dulu mengalami syok.

Menurut Zhang, selama kondisi darurat tersebut, pihak klinik terlihat kebingungan dan tidak mampu memberikan penanganan yang tepat. Tidak ada tindakan medis darurat yang efektif dilakukan untuk menyelamatkan Wang. Ketika akhirnya ambulans tiba dan Wang dilarikan ke rumah sakit, kondisinya sudah sangat parah.

ADVERTISEMENT

Dokter di rumah sakit mendiagnosis Wang mengalami asidosis dan gagal napas yang diduga kuat disebabkan oleh reaksi alergi berat. Akibat kondisi tersebut, otaknya kekurangan oksigen selama lebih dari empat menit, durasi yang cukup untuk menyebabkan kerusakan otak permanen. Sejak saat itu, Wang pun tidak sadarkan diri dan jatuh dalam kondisi koma.

Merasa ada yang tidak beres, Zhang melaporkan klinik tersebut atas dugaan malpraktik dan mencari bantuan hukum. Hasil penyelidikan mengungkap fakta mengejutkan. Orang yang memberikan suntikan kepada Wang ternyata bukan tenaga medis profesional, sementara dokter yang menandatangani resep tidak memiliki izin praktik yang sah.

Kasus ini berujung pada penutupan klinik tersebut pada April. Salah satu pihak yang terlibat sempat memberikan kompensasi sebesar 200.000 yuan (sekitar Rp 509 juta) kepada keluarga Wang, sebelum akhirnya menghilang. Meski demikian, jumlah tersebut tidak sebanding dengan biaya pengobatan Wang yang telah membengkak hingga lebih dari 700.000 yuan (sekitar Rp 1,7 miliar). Kondisi ini membuat keluarga Wang dan Zhang harus bergantian merawatnya, sehingga mereka kesulitan untuk bekerja dan menghadapi tekanan finansial yang berat.

Selama 92 hari, Wang terbaring koma tanpa kepastian. Hingga akhirnya, secercah harapan muncul. Pada 23 April, hanya dua hari sebelum tanggal pernikahan yang telah lama direncanakan, Wang perlahan membuka matanya. Ia bahkan sempat tersenyum kepada Zhang, meskipun belum mampu berbicara atau menggerakkan tubuhnya.

Momen tersebut menjadi sangat emosional bagi Zhang. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan kebahagiaannya melihat kembali 'cahaya' di mata sang tunangan. Ia pun berjanji akan tetap menikahi Wang, apa pun kondisinya.

"Saat kamu mengenakan gaun pengantinmu nanti, aku akan ada di sana untuk menikahimu," ujarnya penuh haru.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses hukum, dan keputusan akhir terkait tanggung jawab serta besaran kompensasi belum ditetapkan. Kisah Wang pun viral dan menyentuh hati banyak orang di media sosial. Banyak yang memberikan dukungan serta doa, berharap keadilan ditegakkan dan Wang bisa pulih.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads