Ini bukan pernikahan Anya Geraldine. Namun, model dan aktris itu seperti pengantin sesungguhnya ketika memeragakan koleksi bridal Maison Met persembahan Mety Choa.
Setelah 20 tahun menekuni profesi desainer, Mety yang karyanya sudah 'mendunia' setelah dipakai Katy Perry dan Gigi Hadid untuk pertama kali meluncurkan koleksi kapsul gaun pengantin. Presentasi yang bersejarah dalam kariernya itu digelar dalam rangkaian pameran Weddings by Marriott Bonvoy di The St. Regis Jakarta pada Sabtu (25/4/2026).
Anya lantas mendapat kehormatan sebagai first face atau model pembuka. Perempuan 30 tahun itu muncul dalam balutan gaun putih strapless dengan rok struktural berbahan duchess yang terbuka di bagian depan, tapi menjuntai dramatis di belakang.
Gayanya sebagai pengantin yang sempurna dimaksimalkan dengan headpiece dan aksesori karya Rinaldy A. Yunardi. Yungyung, begitu ia akrab disapa, membuat semacam hiasan kepala berupa scarf yang dihinggapi kupu-kupu tiga dimensi.
Tidak tinggalan buket berbentuk gumpalan bunga-bunga mungil yang bermekaran. Semuanya serba putih. Tak hanya busana yang dipakai Anya, begitu pula look seterusnya yang keseluruhan berjumlah 14.
Anya bukan satu-satunya figur publik yang berlenggang untuk momen istimewa Mety. Tampil pula Agnes Aditya Rahajeng yang sehari sebelumnya baru saja dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026.
Meski tampil tanpa mahkotanya, Agnes yang namanya lebih dulu tenar sebagai influencer itu tetap memukau bak putri raja berkat gaun off-shoulder dengan rok yang megah tapi tak berlebihan.
"Inspired by nature. Sangat berstruktur, tapi terasa cair secara bersamaan," ungkap Mety tentang inspirasi koleksi bertajuk 'Elune' itu kepada Wolipop sebelum peragaan.
Keseimbangan antara siluet, kombinasi bahan, dan ornamentasi, menjadi daya tarik koleksi ini sebagaimana ciri khas garis desainnya.
Bagi perancang jebolan Raffles Lasalle Singapore dan Paris ini, semestinya gaun pengantin hanya hadir sebagai pendukung. Sang mempelai wanitalah yang menjadi bintangnya.
"Ketika merancang, saya sebisa mungkin menghadirkan desain yang speaks for her, bukan yang overwhelming the bride," tutur Mety.
Membuat busana pengantin memberikan pengalaman yang berbeda buat Mety. Gaun-gaun tersebut lahir dari perjalanan cinta yang diceritakan oleh klien-kliennya. Itu mengapa akhirnya ia memperkenalkan koleksi khusus gaun pengantin.
"Mereka memiliki karakter dan kisah yang berbeda. Every dress is a story telling. Saya sangat bahagia bisa menjadi bagian dari hari terpenting dalam mereka," ungkapnya.
Simak Video "Video: Style Rambut Anya Geraldine di Film 'Mendadak Dangdut' "
(dtg/dtg)