Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Cinta Tak Kenal Usia, Nenek 91 Dinikahi Pria 67 Tahun di Panti Jompo

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Minggu, 12 Apr 2026 07:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Kisah haru wanita 91 tahun yang menikah dengan pria 67 tahun di panti jompo. Baru kenal tiga bulan, cinta mereka membuktikan tidak ada kata terlambat.
Kisah haru wanita 91 tahun yang menikah dengan pria 67 tahun di panti jompo. Baru kenal tiga bulan, kisah cinta keduanya langsung viral. Foto: Dok. Noodoumy/8days.
Malaysia -

Bagi siapa pun yang merasa telah terlambat untuk menemukan cinta, kisah pasangan ini menjadi bukti nyata bahwa waktu akan selalu cukup bagi hati yang ingin bertemu.

Seorang nenek berusia 91 tahun baru saja melangsungkan pernikahan dengan pria berusia 67 tahun. Momen bahagia itu terjadi hanya tiga bulan setelah mereka pertama kali bertemu di sebuah panti jompo di Penang.

Pasangan dari negeri jiran Malaysia tersebut adalah Hu Ruirong (91 tahun) dan Wu Caixing (67 tahun). Kisah cinta mereka bermula di ruang makan panti jompo, tempat keduanya duduk berdekatan. Melalui rutinitas makan bersama dan berbincang setiap hari, benih-benih kedekatan mulai tumbuh di antara mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum menetap di panti jompo sekitar enam atau tujuh tahun lalu, Ruirong menghabiskan masa mudanya untuk berbakti merawat orang tuanya. Kesibukan tersebut membuatnya tidak pernah sempat menjalin hubungan asmara, apalagi menikah. Namun, Ruirong mengaku bahwa dirinya tidak pernah menutup diri dari cinta, ia hanya merasa belum bertemu dengan sosok yang tepat.

Segalanya berubah ketika Caixing pindah ke panti jompo tersebut pada Desember 2025. Menariknya, para staf panti mengamati bahwa Ruirong-lah yang lebih berinisiatif memberikan perhatian dan merawat Caixing hingga hubungan mereka semakin serius.

ADVERTISEMENT

Sebelum memberikan izin, pihak panti jompo terlebih dahulu melakukan sesi wawancara mendalam untuk memastikan keduanya benar-benar memahami keputusan untuk hidup bersama. Setelah niat tulus mereka terbukti, sebuah upacara pernikahan sederhana pun digelar.

Momen mengharukan terjadi saat prosesi penjemputan mempelai wanita. Meski kondisi fisik Caixing agak goyah karena pernah terjatuh sebelumnya, ia tetap melangkah perlahan dengan bantuan staf menuju kamar Ruirong. Saat pintu dibuka, sorak sorai hadirin menyambut mereka. Dengan lembut dan penuh rasa malu, Caixing mendaratkan kecupan di pipi sang istri sebagai tanda kasih.

Usai upacara, pasangan ini berjalan bersama menuju kamar yang kini menjadi tempat tinggal mereka berdua. Dikutip dari 8days, bahwa pernikahan ini bukan lah pendaftaran secara administratif negara, melainkan sebuah prosesi upacara tradisional.

Seluruh rangkaian acara indah ini dapat terwujud berkat bantuan para donatur dan organisasi kemanusiaan yang berhati mulia. Berkat kedermawanan mereka, pasangan ini dapat merayakan hari bahagia mereka tanpa harus memikirkan biaya tambahan sepeser pun. Kini, Ruirong dan Caixing siap menjalani masa senja mereka dengan saling menjaga satu sama lain.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads