Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kisah Pilu Istri Diceraikan Suami Karena Botak Akibat Penyakit Kulit

Vina Oktiani - wolipop
Rabu, 28 Jan 2026 13:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi Wanita Sedih
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Dalam kehidupan sehari-hari, tak sedikit orang berharap pasangan akan tetap setia dan mendampingi dalam kondisi apa pun, baik saat sehat maupun ketika sakit. Namun, harapan itu justru berbanding terbalik dengan kisah seorang wanita di China yang belakangan ini menyita perhatian publik.

Melansir SCMP, seorang perempuan berusia 36 tahun bermarga Li, yang tinggal di Shangqiu, Provinsi Henan, China, harus menerima kenyataan pahit diceraikan oleh suaminya sendiri setelah mengalami kebotakan akibat penyakit kulit. Kisah pilu ini pun memicu gelombang simpati luas di media sosial.

Li mengungkapkan bahwa sikap sang suami berubah drastis sejak dirinya jatuh sakit dua tahun lalu. Alih-alih memberi dukungan, sang suami justru menunjukkan rasa jijik dan sama sekali tidak peduli dengan kondisinya. Padahal, selama ini Li mengaku telah mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk keluarga, mulai dari mengurus anak, mencuci pakaian, memasak, hingga mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyakit yang diderita Li bermula ketika sebagian rambutnya tiba-tiba berubah menjadi putih. Setelah diperiksa dokter, ia didiagnosis mengidap vitiligo, penyakit kulit kronis yang menyebabkan hilangnya pigmen pada kulit, rambut, dan selaput lendir. Seiring waktu, vitiligo tersebut membuat rambut di bagian atas kepalanya rontok, sehingga penampilannya terlihat jauh lebih tua.

Kondisi fisik tersebut juga berdampak pada kesehatan mentalnya. Li kerap diejek oleh anak-anak di jalan yang memanggilnya Qiu Qianchi, tokoh perempuan berwajah buruk dalam serial legendaris The Romance of the Condor Heroes. Perlakuan tersebut semakin memperparah tekanan batin yang ia rasakan.

ADVERTISEMENT

Lebih menyakitkan lagi, Li mengatakan suaminya tak pernah sekalipun menemaninya berobat atau menanyakan kondisi kesehatannya. Alasannya karena tidak ingin mengeluarkan biaya pengobatan. Sang suami bahkan enggan mengajaknya menghadiri acara keluarga atau pertemuan dengan kerabat dan teman karena menganggap Li akan mempermalukannya.

Setelah menikah selama 16 tahun, Li akhirnya menerima permintaan cerai dari sang suami. Hak asuh anak pun diberikan kepadanya. Hingga kini, tidak ada laporan mengenai tanggapan sang suami atas tudingan yang disampaikan Li kepada media.

Seorang dokter senior dari Rumah Sakit Leukoderma Zhengzhou, Lu Manchun, menjelaskan bahwa vitiligo dapat muncul di bagian tubuh mana pun dan dialami sekitar 0,5 hingga 2 persen populasi dunia. Menurutnya, kondisi Li yang awalnya tidak terlalu parah justru berkembang cepat akibat tekanan emosional seperti kecemasan, amarah, dan stres berkepanjangan. Ia menekankan bahwa menjaga pikiran dan suasana hati yang baik merupakan bagian penting dari pengobatan.

Kini, Li berusaha bangkit dan menata hidupnya kembali. Ia bertekad untuk melepaskan masa lalu dan menjalani pengobatan dengan sikap yang lebih positif. Kisahnya pun mengundang beragam komentar dukungan dari warganet.

"Jaga dirimu sendiri. Saat tak ada yang bisa diandalkan, andalkan dirimu sendiri," tulis seorang netizen.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads