Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Demi Tak Temani Istri Belanja, Pria Palsukan Pencurian Mobilnya Sendiri

Vina Oktiani - wolipop
Kamis, 13 Nov 2025 08:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi pria
Foto: Getty Images/Ake Ngiamsanguan
Jakarta -

Bagi sebagian pria, menemani pasangan berbelanja bisa terasa seperti tantangan besar. Mulai dari menunggu berjam-jam di mal, berpindah dari satu toko ke toko lain, hingga pura-pura antusias melihat barang yang bahkan mungkin tidak dipahami. Namun, seorang pria di Rusia memilih cara tak biasa yang cukup, yaitu dengan memalsukan pencurian mobilnya sendiri.

Melansir Oddity Central insiden tersebut terjadi di Krasnoyarsk, Rusia. Berdasarkan laporan polisi, sang istri sempat panik dan menelepon pihak berwenang karena mobil suaminya, Toyota Corolla, hilang dari area parkir dekat rumah mereka. Polisi pun langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan pencarian. Tak lama kemudian, sang istri kembali mengabarkan bahwa mobil itu telah ditemukan di Pulau Otdykha.

Petugas pun datang ke lokasi untuk memeriksa kendaraan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, terlihat adanya tanda-tanda seperti mobil itu telah dibobol, dengan kunci kontak yang rusak dan bekas upaya paksa di pintu. Namun, ketika polisi mulai menanyai sang suami, cerita yang ia sampaikan terdengar aneh dan saling bertentangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah penyelidikan lebih lanjut, polisi akhirnya menemukan fakta mengejutkan. Semua kerusakan pada mobil itu ternyata dibuat oleh sang suami sendiri. Ia berpura-pura menjadi korban pencurian agar bisa menghindar dari kewajiban menemani istrinya berbelanja. Tindakan nekat itu dilakukannya hanya untuk mencari alasan agar tidak perlu keluar rumah bersama sang istri.

Sayangnya, rencana tersebut justru berujung pada masalah hukum serius. Meski sebelumnya tak memiliki catatan kriminal, pria tersebut berakhir dijerat dengan Pasal 306 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Rusia karena memberikan laporan palsu kepada pihak berwenang. Ia terancam hukuman penjara hingga dua tahun serta dilarang bepergian selama proses hukum berlangsung.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads